Liputan Khusus

Tunjangan Guru Harap Ditransfer Bareng Gaji

Sejumlah guru PNS yakin bahwa pemerintah akan memperhatikan kesejahteraan pendidik. Atas dasar itu, mereka tak percaya isu penghapusan tunjangan serti

Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Ilustrasi - Para guru honorer di Kabupaten Tegal melaksanakan demo beberapa waktu lalu menuntut kelayakan upah tunjangan guru. 

"Pusat kasih uang ke daerah, baru disalurkan ke sejumlah guru yang memenuhi syarat untuk menerima sertifikasi itu," terang Yusuf Fitri.

Kalau PPPK sesuai regulasinya, kalau swasta ada yang tetap ada yang sesuai pangkat golongan.

"Kalau banknya di Blora, ada BRI dan BNI," ucap Yusuf Fitri. Belum ada kendala yang berarti dalam proses pencairan tunjangan sertifikasi di Blora.

"Sampai hari ini alhamdulillah lancar. Kita juga sudah mencairkannya bagi yang memenuhi syarat," jelas Yusuf Fitri.

Karena sekarang by sistem, bagi semua guru yang menenuhi SIM tunjangan tersebut sudah kita cairkan hingga tri wulan kedua.

"Termasuk PPPK yang 2019 juga sudah selesai," ungkap Yusuf Fitri.

Untuk yang PPPK 2021 ini tahap pencairannya menunggu sinkronisasi Kemendikbud dan BKN.

"Karena ada perubahan status dari awalnya GTT menjadi PPPK," tutur Yusuf Fitri.

Alokasi semua dari pusat. Dan selalu dilebihkan, alasanya ada kenaikan pangkatnya, ada yang berkala.

"Artinya ada penyesuaian pangkat. Untuk tambahan lulusan PPG baru. Jadi ada saldo tahun 2021, itu ditambahkan 2022," ujar Yusuf Fitri.

Untuk diketahui, 2021 realisasi sertifikasi tahun 2021 sebesar Rp 162 miliar, dengan saldo Rp 9,4 miliar. Sedangkan untuk tahun 2022 realisasi triwulan pertama Rp 38 miliar dan Triwulan kedua sebesar Rp 37 miliar. (tim/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved