Berita Pekalongan

Munafah Asip Kholbihi: Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni, Mempersatukan Tanpa Membedakan Golongan

Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni menggelar pentas seni gabungan antaretnis dan agama.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Paguyuban ibu-ibu Kedungwuni saat menggelar pentas seni dan memberikan santunan ke anak yatim-piatu di halaman Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dalam rangka memperingati HUT ke 77 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 400, paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan menggelar pentas seni gabungan antaretnis dan agama, di aula kecamatan setempat, Senin (22/8/2022) malam.

Penasehat Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni Munafah Asip Kholbihi mengatakan, bahwa kegiatan ini sebagai memperingati Harlah ke 4 paguyuban ibu-ibu Kedungwuni dan juga untuk merekatkan tali persaudaraan antar umat beragama tanpa membedakan golongan.

"Di Kedungwuni kan ada etnis Tionghoa, pribumi, terus Konghucu, Arab. Oleh karena itu, semuanya dirangkum dalam kegiatan sosial diantaranya berbagi dengan warga yang kurang mampu," kata Penasehat Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni Munafah Asip Kholbihi.

Paguyuban ibu-ibu Kedungwuni saat menggelar pentas seni dan memberikan santunan ke anak yatim-piatu di halaman Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Paguyuban ibu-ibu Kedungwuni saat menggelar pentas seni dan memberikan santunan ke anak yatim-piatu di halaman Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Selain itu, kegiatan sosial lain yang dilakukan oleh Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni yakni dengan membuka warung makan Bhinneka untuk makan gratis setiap hari Jumat Kliwon.

"Warung Bhinneka ini rutin kami lakukan, dulu melalui door to door, tetapi sekarang dipusatkan dalam satu titik di sekitar Pasar Kedungwuni yang siapa saja boleh makan gratis disitu."

"Kami, juga memberikan sembako untuk warga yang kurang mampu," imbuhnya.

Pihaknya berharap, kedepannya Paguyuban ibu-ibu Kedungwuni bisa terus mengadakan kegiatan sosial secara rutin, agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

Paguyuban ibu-ibu Kedungwuni saat menggelar pentas seni dan memberikan santunan ke anak yatim-piatu di halaman Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Paguyuban ibu-ibu Kedungwuni saat menggelar pentas seni dan memberikan santunan ke anak yatim-piatu di halaman Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Sementara itu, Kumalasari anggota Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni mengatakan, adanya kegiatan ini terjadi kerukunan antara umat beragama.

"Saya dari keluarga Tionghoa, jadi kegiatan ini mempersatukan warga Tionghoa dan pribumi. Kita bisa bareng-bareng untuk berbagai ke warga yang kurang mampu, guyub bareng, dan bisa keluar bersama dengan kegiatan yang positif," kata Kumalasari anggota Paguyuban Ibu-ibu Kedungwuni.

Kegiatan paguyuban ibu-ibu Kedungwuni banyak sekali, seperti membuka warung makan bhineka dan membantu warga yang terdampak musibah.

"Anggota paguyuban ibu-ibu Kedungwuni ada 50 an dan saya berharap semakin maju dan jaya," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved