Berita Karanganyar

Ganjar Cek Bekas Sumur Keluarkan Gas di Karanganyar, Dimanfaatkan Warga Sebagai Energi Terbarukan

Ganjar meninjau bekas sumur dalam mengandung gas alam yang kini telah dimanfaatkan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat warga memasak menggunakan bahan bakar gas alam yang telah disalurkan menggunakan instalasi ke rumah warga di Dukuh Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meninjau bekas sumur dalam mengandung gas alam yang kini telah dimanfaatkan menjadi energi terbarukan di Dukuh Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/8/2022).

Dalam kunjungannya tersebut, Ganjar didampingi oleh Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko. Semula kandungan gas tersebut ditemukan oleh warga sekitar yang mencium adanya bau belerang dari bekas sumur dalam yang airnya asin pada akhir 2019 lalu. Saat disulut dengan korek api ke arah pipa sumur dalam ternyata dapat mengeluarkan api kecil. 

Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan, lingkungan ini secara geologi memang bekas rawa dari lembah Bengawan Solo. Biota yang terkumpul dan dimatangkan tumpukan sedimen itulah yang menjadi gas bercampur air.

Pihak ESDM telah melakukan riset terhadap kandungn gas yang ada di dalamnya. Oleh karena itu pihaknya memberikan bantuan senilai hampir Rp 200 juta untuk membuat instalasi supaya kandung gas alam tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kita separasikan, gas kita sedot, ada air yang ikut kita endapkan dan terbuang lagi airnya. Gas dengan kompresor kita tekan dan dialirkan ke rumah tangga. Sampai saat ini sudah disalurkan ke 30 rumah warga," katanya kepada Tribunjateng.com.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat instalasi untuk memisahkan gas bercampur air yang keluar dari sumur dalam di Dukuh Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/8/2022).
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat instalasi untuk memisahkan gas bercampur air yang keluar dari sumur dalam di Dukuh Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/8/2022). (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

Dia menuturkan, apabila dioptimalkan gas alam tersebut bisa disalurkan ke sekitar 60 rumah warga. Dibandingkan dengan gas melon, lanjutnya, gas alam ini memiliki kalori lebih tinggi sehingga panas yang dihasilkan lebih cepat.

"Potensi ini (gas alam) mampu bertahan 13,6 tahun. Gas itu dari cadangan tiga sumur. Kalau nanti dibuat sumur lagi dapat bertambah kandungannya," terangnya.

Masyarakat pengguna energi terbarukan ini nanti akan mendapatkan pendampingan dari teknisi supaya kedepan dapat dikelola secara mandiri. Menurutnya, upaya ini termasuk dari gerakan desa mandiri energi.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah berupaya memberikan stimulan untuk menggerakan potensi sumber energi yang ada di masing-masing wilayah.

"Warga yang ada di rumah bisa memanfaatkan (gas alam) ini free, gratis. Ini Bagian dari kiat kita bagaimana kemandirian energi itu coba kita galang dengan kekuatan atau sumber daya di masing-masing kota," ungkapnya.

Warga RT 6 RW 1 Dukuh, Sulis (41) telah menggunakan gas alam tersebut selama 1 bulan dan tidak ada kendala sama sekali. Dia menggunakan gas alam tersebut hanya untuk keperluan kecil seperti masak air, dan menghangatkan makanan karena masih menunggu peresmian.

Dia merasa terbantu dengan adanya gas alam ini terutama ketika tidak bisa membeli gas melon maupun tidak ada kayu bakar.

"Bedanya tekanan lebih gede gas alam dibandingkan dengan gas melon. Jadi matangnya lebih cepat," tandasnya.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved