KIB Usung Nama Capres di Chapter Akhir

keputusan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk mengumumkan nama calon presiden (capres) di chapter akhir merupakan bagian dari strategi politik.

Editor: Vito
kompas.com
ilustrasi - kursi kekuasaan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk F Paulus mengatakan, keputusan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk mengumumkan nama calon presiden (capres) di chapter akhir merupakan bagian dari strategi politik.

“Itu kan bagian dari strategi. Kalau umpamanya kami lihat Nasdem mengumumkan capres dulu, itu strategi dia, kami hormati. KIB sejak awal, itu adalah chapter belakangan,” ujarnya, di sela pertemuan antara Golkar dengan PSI, di Kantor DPP Golkar, Selasa (23/8) malam.

"Nah, Gerindra kan sama, kemarin kan orang berharap, tapi dia nggak (mengumumkan capres-Red), strateginya nanti. Jadi itu tergantung hitung-hitungan strateginya bagaimana," sabungnya.

Meski demikian, Lodewijk menegaskan, partainya akan tetap mengedepankan keputusan Munas, yakni mengusung Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024.

Menurutnya, keputusan itu tidak bisa diubah lagi, karena sudah melalui proses demokrasi tertinggi di partainya.

“Itu sudah keputusan Munas. Munas adalah keputusan tertinggi dari Partai Golkar. Yang bisa membatalkan itu hanya Munas, dan nggak mungkin kan. Dan diperkuat pada tanggal 6 Maret 2021 dengan Rapimnas, lebih diperkuat lagi,” jelasnya.

Wakil Ketua DPR itu menjelaskan, KIB telah melakukan langkah-langkah menuju chapter akhir.

Dimulai dari pertemuan para ketum yang dilakukan di Rumah Heritage Menteng Jakarta pada Kamis (12/5), kemudian Silaturahmi Nasional (Silatnas) di kawasan Senayan Jakarta pada Sabtu (4/6), dan yang terakhir adalah peluncuran visi-misi KIB di Surabaya pada Minggu (14/8).

“Yang jelas kan, KIB kami tahapannya sudah, setelah ketemuan para ketum di Menteng, lalu ada Silatnas, ada pula Silatda, lalu di Surabaya meluncurkan visi misi. Tuan rumah, ada dari Golkar, PAN, nanti di Semarang PPP. Jadi itu bagian dari strategi kami. Karena sejak awal, capres itu chapter terakhir,” ucapnya.

Adapun, KIB memastikan masih membuka peluang masuknya partai lain dalam koalisi. Pada Selasa (23/8) malam, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha Djumaryo, di Kantor DPP, Jakarta.

Airlangga menyatakan, pertemuan Golkar dan PSI itu baru tahap awal untuk penjajakan. Ketum Golkar menegaskan, kedua partai masih sama-sama pendekatan atau pdkt. Belum ada kesepakatan PSI bergabung bersama Golkar, PAN, dan PPP di KIB untuk Pemilu 2024.

"Ini kalau menurut istilahnya PSI baru pdkt (pendekatan). Kalau datang kan berarti tertarik, apalagi tadi sudah meluncurkan panah asmara," ucapnya, usai menemui jajaran elite PSI. (Tribunnews/Muhammad Zulfikar)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved