PDIP Siap Hadapi Pilpres 2024 Lebih dari 2 Pasang Calon

Safari politik sejumlah partai yang tengah berlangsung saat ini memungkinkan terbentuknya sejumlah poros pengusung calon presiden

Editor: Vito
YouTube/ PDI Perjuangan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Safari politik sejumlah partai yang tengah berlangsung saat ini memungkinkan terbentuknya sejumlah poros pengusung calon presiden (capres).

Hal itupun memungkinkan munculnya lebih dari dua pasang capres dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, partainya siap menghadapi pilpres 2024 dengan kemungkinan dua atau lebih pasangan calon.

Hal itu disampaikan Hasto usai menjadi pembicara Diskusi Menyongsong Pemilu 2024: Kesiapan, Antisipasi dan Proyeksi yang digelar oleh Kedeputian Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Jakarta, Kamis (25/8).

"Dalam situasi ketika pemulihan ekonomi belum sepenuhnya pulih, dan ketidakpastian global, maka Indonesia memerlukan pelaksanaan pilpres yang demokratis, cepat, kredible, dan bagaimana memastikan hanya berlangsung satu putaran," katanya.

Menurut dia, padangan itu bisa terwujud apabila dilakukan langkah konsolidasi dan mendorong kerja sama parpol di depan, sehingga mengarah pada dua paslon.

"Ini yang ideal berdasarkan konteks saat ini, meski PDI Perjuangan siap bertanding dengan dua atau tiga paslon. Sekiranya tiga paslon, pada putaran kedua pasti akan terjadi deal-deal politik baru. Jadi kenapa tidak membangun kesepahaman di depan saja," ucapnya.

Hasto juga menerima pendapat yang mengatakan pilpres dengan dua pasangan calon akan sulit menghindarkan diri dari politik identitas. Namun, ia berpandangan bahwa politik Indonesia itu harus dibawa pada mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Mereka yang menggunakan politik identitas dan politik primordial, biasanya miskin kinerja, tidak punya prestasi, maka digunakanlah cara-cara yang tidak cerdas, tidak bijak, dan tidak membangun peradaban," tuturnya.

Hasto menyatakan, pilpres yang akan diisi dengan dua pasang calon, tiga pasang calon maupun beberapa pasang calon, PDI Perjuangan siap mengikuti kontestasi tersebut.

"Kalau tentang pilpres, mau beberapa calon, PDIP ngalir saja, dua calon tiga calon, kami siap. Hanya kan politik ini kita harus melihat konteksnya," tukasnya.

"Kita baru mengalami pandemi, dampaknya sangat dasyat dalam kehidupan kita. Pemulihan ekonomi belum begitu bagus, persoalan geopolitik perang Rusia-Ukraina, dan ketegangan yang terjadi di Laut Tiongkok Selatan, kemudian kemarin krisis di Taiwan, kemudian persoalan di Timur Tengah harus menjadi perhatian kita,” urainya.

Hasto pun mengajak untuk meningkatkan demokrasi politik itu dengan membangun peradaban, bahwa politik itu mencerdaskan kehidupan bangsa bukan menurunkan kualitas kecerdasan rakyat Indonesia dengan berbagai isu-isu.

“Pemilu itu adalah alat dan mekanisme regenerasi kepemimpinan atas dasar kedaulatan rakyat. Pemilu bukan ajang memecah belah," ucapnya.

Kualitas pemilu juga ditentukan oleh hasil, termasuk hasil dari kualitas pemimpin yang lahir melalui pemilu. Semakin pemilu diwarnai oleh narasi yang jauh dari keadaban publik, semakin buruk kualitas pemilu,” sambungnya. (Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved