Berita Sragen

Banyak yang Alami Kecelakaan Kerja, 2.000 Petani Sragen Diajak Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 2.000 petani di Sragen diajak ikuti kepesertaan jaminan sosial dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Logo BPJS Ketenagakerjaan 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 2.000 petani di Sragen diajak ikuti kepesertaan jaminan sosial dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Program ini diinisiasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen bersama Perisai Bimantoro Agency BPJS Ketenagakerjaan. Mereka melakukan sosialisasi kepada para petani belum lama ini.

Para petani cukup membayar iuran Rp 16.800 dalam sebulan, akan mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).

Dengan jaminan tersebut, ketika petani mengalami kecelakaan ketika bekerja sampai meninggal dunia bisa mendapatkan manfaat/ keuntungan yang tidak sedikit.

Keuntungan tersebut berupa santunan 58 kali upah senilai Rp 48 juta, santunan berkala Rp 12 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta hingga beasiswa anak dari TK sampai perguruan tinggi senilai Rp 174 juta.

Sekda Sragen yang juga Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen, Tatag Prabawanto mengapresiasi program yang digagas KTNA bersama BPJS Ketenagakerjaan ini.

Adanya BPJS Ketenagakerjaan ini dikatakannya sebagai salah satu bentuk negara hadir untuk memberikan rasa aman dan tenang kepada para petani.

Tatag mengatakan selama ini BPJS Ketenagakerjaan hanya menyentuh pada golongan pegawai menengah keatas, selain itu kesadaran masyarakat ikut jaminan sosial juga masih rendah.

"Saya tentu mengapresiasi KTNA sudah mentriger. Karena kita tidak tau kalau di sawah kena serangan jantung? Kejadian diluar kemampuan manusia kadang tidak diperhitungkan para petani, mungkin pada saat menggunakan traktor ketiban kakinya cacat bisa diberikan jaminan oleh BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Terlebih petani yang meninggal dunia akibat tersengat listrik yang kerap terjadi di Sragen. Tatag mengatakan BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan asuransi jiwa lainnya dimana penyakit tertentu saja yang terkaver.

Ketua KTNA Sragen, Suratno menambahkan iuran BPJS Ketenagakerjaan terhitung ringan yakni Rp 16.800 per bulan. Dengan manfaat yang banyak menurutnya iuran tersebut terhitung ringan.

Jaminan sosial ini dikatakan Suratno mencakup buruh tani, pemilik sawah hingga petani beli. Suratno mengatakan, saat ini banyak petani yang mengalami kecelakaan saat bertani.

"Kemarin ada yang tertimpa traktor, tergigit ular seperti itu kan tidak ada yang jamin, di BPJS Ketenagakerjaan dibiayai sampai sembuh. Jika meninggal dunia anak istri tetap mendapatkan santunan," katanya.

Untuk sistem pembayaran, Suratno merencanakan beberapa skema diantaranya petani bisa membayar sendiri atau dikoordinir melalui kelompok tani dan tingkat kecamatan. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved