Berita Blora

Industri Kayu Blora Kembali Bergeliat, Tembus Ekspor Korea, Omzet Ratusan Juta Rupiah

Industri perkayuan jati Blora kembali menggeliat meski sempat terpuruk saat pandemi.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Roisah dan Bupati Blora Arief Rohman saat menunjukkan kerajinan kayu yang akan di ekspor ke Korea di tempat produksinya. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Industri perkayuan jati Blora kembali menggeliat meski sempat terpuruk dihantam wabah virus Covid-19.

Seperti industri kayu dan mebel di wilayah Sunrise Of Central Java ini pun mulai bangkit.

Para perajin dari Kabupaten Blora ini secara perlahan terus meningkatkan produksi dengan kualitas eskpor.

Salah satu pemilik industri kayu dan mebel di wilayah Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Blora, Roisah, mengatakan saat ini industri kayu dan mebel miliknya mampu mengekspor hingga 12 kontainer dalam setahun.

“Ya bisa di dibilang sebulan satu kontainer untuk diekspor,” ucap Roisah kepada tribumuria.com, Kamis 25 Agustus 2022.

Industri kayu dan mebelnya memanfaatkan limbah kayu jati maupun kayu jenis lain yang dijual masyarakat sekitar.

“Kayu jenis apa aja bisa masuk, memang memanfaatkan limbah, karena yang kayu besar besar jarang laku, mereka (warga luar indonesia) lebih suka yang kecil,” ungkap perempuan berusia 45 tahun itu.

Roisah mengaku, untuk harga kerajinan bervariasi, harga berbeda antara harga di indonesia dan untuk yang di ekspor.

“harga kalau disini 500 ribu sampai sana bisa 1 juta, bahkan bisa lebih tergantung kualitas,” terang Roisah.

Pekerja saat memproduksi  kerajinan kayu yang akan di ekspor ke Korea.
Pekerja saat memproduksi kerajinan kayu yang akan di ekspor ke Korea. (TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM)

Kerajinan yang diekspor diantaranya meliputi, ayunan, kisprai, tatakan bunga, meja, dan kursi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved