Berita Semarang

Pedagang Batu Akik Lebih Laris saat Pandemi Covid-19 di Semarang

Pedagang batu akik pasar Dargo Semarang mengaku penjualan batu akik kembali sepi seiring surutnya kasus pandemi Covid-19.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Capt foto / Iwan Arifianto.
Pedagang akik sedang mengemas pesanan online di Pasar Dargo, Semarang Timur, Kota Semarang, Sabtu (27/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang batu akik pasar Dargo Semarang mengaku penjualan batu akik kembali sepi seiring surutnya kasus pandemi Covid-19.

Menurut mereka kondisi pandemi Covid-19 meningkatkan penjualan online yang cukup signifikan karena kebijakan di rumah saja.

"Waktu pandemi Covid-19 pesanan online bisa sampai 20 pesanan sehari. Sekarang sehari rata-rata tiga pesanan online," Penjual Batu Akik Pasar Dargo, Semarang Timur, Hariyanto (42) kepada Tribunjateng.com, Sabtu (27/8/2022).

Pedagang di sentra batu akik Kota Semarang tersebut memang menyandarkan penjualan mereka pada pasar online.

Bahkan, dari sekira 50 pedagang akik hanya separuh yang berjualan di pasar Dargo.

Alasan mereka tidak berdagang di pasar lantaran berjualan secara online dapat dilakukan di mana saja.

"Para pedagang lebih mengutamakan main di online yang dapat dilakukan di mana saja seperti dari rumah," terangnya.

Ia bermain pasar online sejak tahun 2016 melalui lapak di Facebook.

Selanjutnya selama empat tahun terakhir memanfaatkan marketplace mainstream seperti Bukalapak, Tokopedia, dan lainnya.

"Kalau saya main online, omzet lumayan, dan yang beli bisa dari daerah mana saja di Jawa maupun luar Jawa," tutur pedagang akik yang sudah berjualan selama tujuh tahun terakhir.

Pedagang batu akik Pasar Dargo, Dimas mengatakan, tidak terlalu mengandalkan penjualan online.

Ia mengaku lebih suka berjualan offline.

"Ya jarang maen online seringnya offline," terangnya.

Ia memang tak fokus penjualan online karena keuntungan tidak terlalu banyak.

Berbeda berjualan secara tatap muka dengan pembeli sejauh dapat meyakinkan pembeli maka bisa untung lebih.

"Kalau online harganya ya segitu, beda dengan offline kita bisa mendapatkan keuntungan lebih," paparnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved