Berita Sragen

Alhamdulillah, 28 Desa Wisata di Sragen Kembali Bergeliat, Sempat Vakum Karena Pandemi

Saat ini sektor pariwisata dan UMKM digadang-gadang menjadi trigger untuk pengembangan ekonomi, khususnya di Kabupaten Sragen.

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Penjual makanan tempo dulu sedang melayani pembeli di Pasar Bahulak Desa Karungan Kabupaten Sragen, Minggu (28/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - 28 desa wisata di Kabupaten Sragen mulai menggeliat.

Mereka memulai berkegiatan menjadi desa wisata setelah sempat vakum karena pandemi Covid-19.

Kepala Dispora Kabupaten Sragen, Yuniarti mengatakan, saat ini sektor pariwisata dan UMKM digadang menjadi trigger untuk pengembangan ekonomi.

Baca juga: Diduga Buat Kegiatan Fiktif, Kejari Sragen Tetapkan Junior Manager Bisnis Perhutani Jadi Tersangka

Baca juga: Semalam Delapan Pelaku Perjudian Ditangkap Polisi, Dua Lokasi di Sragen

Yuniarti melanjutkan, 28 desa ini diarahkan untuk mencari kearifan lokal masing-masing daerah.

Kekhasan setiap desa ini diharapkan para pengunjung tidak akan jenuh dan memiliki banyak pilihan.

"Kemarin sempat PPKM berapa saat."

"Ini ada 28 desa yang awalnya memang sudah menggeliat, kini memulai lagi kembali bergairah lagi."

"Seperti yang kami arahkan bahwa masing-masing desa itu untuk mencari kearifan lokalnya," kata Yuni kepada Tribunjateng.com, Minggu (28/8/2022).

Yuniarti melanjutkan, selain mengelola objek wisata yang sudah ada seperti Sangiran Kemukus maupun Bayanan, pihaknya memang mendorong yang lainnya untuk menjadi desa wisata.

Dari desa wisata, kata Yuniarti, multiplayer efeknya tinggi, perekonomian di desa menggeliat, dan yang pasti masyarakat mendapat hiburan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved