Masih Didukung 3 Periode, Jokowi: Saya Taat Konstitusi

Jokowi menyebut konstitusi tidak memperbolehkan presiden tiga periode. ia pun akan taat pada konstitusi dan kehendak rakyat.

Editor: Vito
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Pasar Peterongan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi kembali mendapat dukungan untuk maju sebagai capres kali ketiga pada 2024.

Massa pendukung meneriakkan nama Jokowi dalam Musyawarah Rakyat (Musra) I Jawa Barat, di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8).

Hal itu terjadi saat Jokowi menyerahkan penentuan calon yang akan didukung dalam Musra. "Ya nanti, ini forumnya, (di) Musra ini ditanya, siapa?" ujar Jokowi di hadapan massa pendukungnya.

Pertanyaan itu kemudian dijawab dengan seruan "Jokowi, Jokowi" dari para pendukung. Jokowi pun merespons. "Jokowi, Jokowi. Konstitusi tidak memperbolehkan, ya, sudah jelas itu," ucapnya.

Jokowi hanya mengatakan bahwa ia akan taat pada konstitusi dan kehendak rakyat. "Sekali lagi. Saya akan selalu taat pada konstitusi dan kehendak rakyat," lanjut Jokowi disambut tepuk tangan para pendukung.

Kalimat yang sama kemudian ia ulang sama persis sekali lagi. Namun, justru para pendukungnya semakin kuat mendesaknya maju lagi sebagai capres. "Tiga kali!" seru mereka. "Jokowi! Jokowi! Jokowi!" mereka bersorak sambil bertepuk tangan.

Ia kemudian mengundang satu orang dari kelompok pendukungnya di sana untuk maju menghampirinya. Seorang perempuan mengaku bernama Jeni, asal Kota Bandung, kemudian dipilih menghadap.

Jokowi kemudian bertanya, siapa sosok yang akan didukung oleh Jeni untuk maju capres 2024. "Pak Jokowi, Pak Jokowi lagi," jawabnya.

"Wong sudah diberi tahu, konstitusinya enggak boleh," sahut Jokowi. "Rakyat mengharapkan Bapak," jawab Jeni lagi. Jokowi lalu menghadiahinya jaket G20 yang menurutnya tidak dapat dipakai sembarang orang.

Meski demikian, Jokowi tak melarang wacana presiden menjabat tiga periode bergulir. "Kan ini forumnya rakyat, boleh rakyat bersuara kan," kata Jokowi di hadapan para pendukungnya.

Ia mengeklaim, mengemukanya wacana jabatan tiga periode untuk seorang presiden merupakan bagian dari kehidupan berdemokrasi.

Bagi dia, wacana-wacana perpanjangan masa jabatan presiden tak berbeda dengan desakan publik agar presiden diganti atau mengundurkan diri.

"Karena negara ini adalah negara demokrasi, jangan sampai ada yang baru ngomong tiga periode (lalu) kita sudah ramai. Itu kan tataran wacana. Kan boleh saja orang menyampaikan pendapat, orang kalau ada yang ngomong 'ganti presiden' kan juga boleh, ya enggak? 'Jokowi mundur' kan juga boleh," tandasnya. (Kompas.com/Vitorio Mantalean)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved