Berita Viral

Kondisi Terkini Pakistan Setelah Banjir Bandang Dahsyat Melanda, Korban Capai Lebih dari 1.000 Jiwa

Banjir bandang akibat hujan lebat telah menyapu desa-desa dan berbagai wilayah di Pakistan

Editor: muslimah
AP PHOTO/KM Chaudary
Kendaraan melewati jalan yang banjir akibat hujan deras, di Lahore, Pakistan, Jumat, 29 Juli 2022. 

TRIBUNJATENG.COM – Pakistan tengah menghadapi apa yang disebut bencana karena perubahan iklim.

Setelah gelombang panas yang tak henti-hentinya mengakibatkan kebakaran, kini Pakistan dilanda banjir bandang.

Kematian akibat banjir bandang di Pakistan dikabarkan melampaui 1.000 jiwa sejak pertengahan Juni.

Pejabat tinggi Pakistan menyebut, hujan deras yang turun di Pakistan belakangan ini merupakan bukti perubahan iklim yang serius, memicu bencana.

Baca juga: Santri Ponpes Magetan Hilang 5 Hari dan Ditemukan Tewas di Sungai, Sebelumnya Dilaporkan Linglung

Baca juga: Paul Pogba Hadapi Pemerasan Ratusan Miliar, Dituduh Pakai Dukun Terkenal untuk Mengguna-guna Mbappe

Banjir bandang akibat hujan lebat telah menyapu desa-desa dan berbagai wilayah di Pakistan, sebagaimana dilansir AP, Minggu (28/8/2022).

Tentara dan tim penyelamat diterjunkan untuk mengevakuasi penduduk dan menyediakan makanan bagi ribuan orang Pakistan yang telantar.

Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan melaporkan, musim hujan di negara tersebut datang pada pertengahan Juni, lebih awal dari biasanya.

Manajemen Bencana Nasional Pakistan menuturkan, korban tewas akibat banjir bandang mencapai 1.061 jiwa di berbagai provinsi.

Sherry Rehman, seorang senator Pakistan, mengatakan dalam sebuah video di Twitter bahwa Pakistan sedang mengalami bencana iklim yang serius, salah satu yang paling sulit dalam dekade ini.

“Kami saat ini berada di titik nol dari garis depan peristiwa cuaca ekstrem, dalam gelombang panas yang tak henti-hentinya, kebakaran hutan, banjir bandang, peristiwa banjir, dan sekarang monsun monster dekade ini sedang melanda tanpa henti,” ucap Rehman.

Pernyataan di depan kamera itu di-retweet oleh Duta Besar Pakistan untuk Uni Eropa.

Pada Sabtu (28/8/2022) malam, banjir dari dari Sungai Swat menyapu Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Puluhan ribu orang, terutama di Distrik Charsadda dan Nowshehra dievakuasi dari rumah mereka ke kamp-kamp bantuan yang didirikan di gedung-gedung pemerintah.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa Kamran Bangash mengatakan, banyak juga yang berlindung di pinggir jalan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved