Kriminal Hari Ini

Asal Muasal 12 Santri di Tangerang Jadi Tersangka, Korban Meninggal Dikeroyok Seusai Mengaji

Seorang santri ponpes di kawasan Cipondoh Kota Tangerang berinisial RAP (13) meninggal setelah diduga dikeroyok pada Sabtu (27/8/2022).

Editor: deni setiawan
Net
ILUSTRASI kasus pengeroyokan atau penganiayaan. 

TRIBUNJATENG.COM, TANGERANG - Kasus penganiayaan seorang santri di sebuah pondok pesantren (ponpes) membuat geger warga di Cipondoh Kota Tangerang.

Adapun pelaku penganiayaan adalah para santri yang ada di ponpes tersebut.

Total ada 12 santri yang ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan penganiayaan.

Apa penyebab mereka menganiaya korban hingga meninggal dunia?

Baca juga: Kunci Persita Tangerang Comeback di Kandang Persis Solo, Angel Alfredo Vera: Kami Minta Lebih Tenang

Baca juga: Buntut Jogetan Osas Saha di Laga Persita Tangerang Vs Persikabo 1973, Manajemen: Kami Minta Maaf

Seorang santri pondok pesantren (ponpes) di kawasan Cipondoh Kota Tangerang berinisial RAP (13) meninggal setelah diduga dikeroyok pada Sabtu (27/8/2022).

Para pelaku diduga merupakan teman korban. 

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, jajarannya sudah menangkap tersangka pelaku sebanyak 12 orang.

Para pelaku pengeroyokan tersebut berinisial AI (15), BA (13), FA (15), DFA (15), TS (14), S (13), RE (14), DAP (13), MSB (14), BHF (14), MAJ (13), dan RA (13).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengeroyokan terjadi setelah seorang pelaku memprovokasi korban.

"Bahwa korban dianiaya oleh para pelaku karena diprovokasi oleh pelaku inisial AI (15) yang menganggap korban sering berbuat tidak sopan."

"Yaitu membangunkan seniornya menggunakan kaki," ujar Kombes Pol Zain seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (30/8/2022).

Kombes Pol Zain menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 08.30.

Baca juga: Empat Kekalahan Beruntun Persis Solo, Kini Dipermalukan Persita Tangerang, Skor Akhir 1-2

Baca juga: Petugas Posyandu Berikan Obat Kedaluwarsa ke Bayi di Tangerang, Begini Penjelasan Dinkes

Setelah selesai mengaji di lantai bawah, korban bersama teman lainnya naik ke lantai 4 pondok pesantren untuk mandi.

"Namun tiba-tiba korban ditarik ke kamar dan langsung dikeroyok, dipukul, ditendang, serta diinjak-injak oleh para pelaku sehingga mengakibatkan korban jatuh pingsan di lokasi," jelas Kombes Pol Zain.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved