Berita Sragen

Dugaan Kasus Korupsi di BKPH Tangen, KPH Surakarta Hormati Proses Hukum di Kejari Sragen

Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menghormati proses hukum terhadap YCA (40).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Wakil Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, Susilo Winardi (mengangkat tangan) ketika jumpa pers di Sragen, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menghormati proses hukum terhadap YCA (40), mantan Junior Manager Bisnis Perum Perhutani KPH Surakarta yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.

Wakil Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, Susilo Winardi mengatakan pihaknya tentu menghormati proses hukum yang sedang bergulir di Kejari Sragen.

"Atas apa yang menimpa salah satu karyawan kami, kami menghormati proses hukum yang baru bergulir di Kejari Sragen," kata Susilo ketika jumpa pers di rumah makan Sako, Selasa (30/8/2022).

Susilo melanjutkan ke depan agar tidak timbul dan menghindari kejadian serupa yang berpotensi bertentangan dengan hukum, KPH Surakarta akan menggandeng Kejari Sragen.

"Menghindari kejadian serupa yang berpotensi bertentangan dengan hukum, KPH Surakarta akan menggandeng Kejari Sragen pendampingan kerjasama," lanjut Susilo.

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya YCA ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sragen pada Kamis (25/8/2022) siang usai pemeriksaan.

YCA tersandung kasus dugaan penyalahgunaan dana Perum Perhutani yang diperoleh dari pemanfaatan lahan Perum Perhutani oleh petani penggarap di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tangen, Sragen.

Penyalahgunaan ini dilakukan tersangka sejak 2017-2020. Untuk kerugian negara, pihak Kejari Sragen masih belum memastikan berapa banyak. Namun pihaknya memperkirakan di atas Rp 100 juta.

Kasus ini ada indikasi penyalahgunaan. Diduga ada kegiatan yang tidak dilaksanakan atau kegiatan fiktif namun ada pertanggungjawaban, namun juga ada dugaan memalsukan.

Atas kasus ini, YCA dijerat Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor dengan hukuman penjara selama-lamanya 20 tahun. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved