Breaking News:

Berita Kendal

Guru Agama SMP di Kendal yang Cabuli Siswi Mengaku Ada 20 Korban Lebih

Korban pencabulan oknum guru agama SMP di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, yang melapor ke Polres Batang semakin bertambah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: m nur huda
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi - Korban pencabulan oknum guru agama SMP di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, yang melapor ke Polres Batang semakin bertambah. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Korban pencabulan oknum guru agama SMP di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, yang melapor ke Polres Batang semakin bertambah.

Saat ini jumlah korban yang melapor mencapai 13 orang. Pelaku berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS)

"Hari ini (Selasa kemarin—Red) ada enam laporan baru, sebelumnya tujuh laporan sudah kami proses. Kemungkinan akan bertambah, nanti akan dirilis," kata Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo, kepada Tribun Jateng, Selasa (30/8).

Kepada polisi, tersangka mengaku melakukan tindakan asusila pada lebih dari 20 siswi. "Ini (pengakuan tersangka) masih didalami lebih lanjut, dalam proses," ujar Yorisa.

Guru agama yang melakukan perbuatan bejat itu, yakni AM (33), warga Kabupaten Kendal. Dia merupakan guru agama dan juga sebagai pembina OSIS di sekolah

Dalam melakukan perbuatannya, pelaku memanfaatkan kegiatan OSIS. Dengan beralasan melakukan tes kejujuran, tersangka melakukan pelecehan ke alat vital para korban. Perbuatan bejat itu berlangsung dalam kurun waktu Juni sampai Agustus.

"Ada beberapa (korban) yang dilecehkan. Ada beberapa juga yang disetubuhi, masih kami kembangkan, informasi sampai 30-an (korban)," tuturnya.

Sejauh ini, polisi sudah menyita sejumlah barang bukti, antara lain pakaian dan baju dalam korban. Lokasi kejadian juga sudah dipasangi garis polisi atau police line.

Yorisa mengatakan, pelaku terancam Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman pidana 15 tahun penjara. Lalu juga Pasal 294 ayat 2 dengan ancaman tujuh tahun penjara," imbuhnya.

Ia menambahkan pihak kepolisian sudah melakukan sosialisasi pada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Batang) agar para korban tidak takut untuk melapor karena identitas dilindungi. 

Sebelumnya, Senin (29/8), Yorisa menyampaikan, telah menangkap tersangka atas laporan satu orang tua korban. Polisi sudah memeriksa pelaku dan pelaku pun telah mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya, polisi telah memeriksa korban dengan didampingi orang tua untuk mengumpulkan barang bukti serta visum.

"Hasil visum menunjukkan terjadi adanya pelecehan seksual," ujar Yorisa. (din/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved