Berita Semarang

Iwan Pegawai Bapenda Kota Semarang Belum Ditemukan, Polisi: Kami Belum Tahu Apa yang Terjadi

Seorang pegawai Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi, dikabarkan hilang. Berdasarkan pantauan CCTV, pegawai bersangkutan terakhir terlihat di depan SPBU N

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
dok Pemkot Semarang
Seorang pegawai Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi, dikabarkan hilang. Berdasarkan pantauan CCTV, pegawai bersangkutan terakhir terlihat di depan SPBU Ngesrep Timur V pada Rabu (24/8) pukul 06.45 menggunakan Vario merah nomor polisi H 9799 RA. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Budi, dikabarkan hilang. Pegawai tersebut sudah tidak masuk kantor selama sepekan.

Berdasarkan pantauan CCTV, pegawai bersangkutan terakhir terlihat di depan SPBU Ngesrep Timur V pada Rabu (24/8) pukul 06.45 menggunakan Vario merah nomor polisi H 9799 RA.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan, pegawainya masih beraktivitas dan mengikuti kegiatan di kantor pada Selasa (23/8). Bahkan, presensi pulang sore pun masih tercatat. Namun keesokan paginya, pegawai tersebut sudah tidak masuk kantor hingga saat ini.

"Karena tidak pulang semalaman, keluarganya ke tempat kami mencari keberadaannya. Kemudian, akhirnya kami sepakat lapor ke kepolisian," terang Iin, sapaannya, Selasa (30/8).

Hingga kini, Iin mengaku belum mendapatkan informasi terbaru dari kepolisian. Dia juga belum mengetahui motif hilangnya pegawai Bapenda itu.

Dari keterangan keluarga, katanya, tidak ada persoalan keluarga. Begitu juga di kantor juga tidak ada permasalahan. Menurutnya, pegawai tersebut tekun dalam bekerja serta punya karier bagus.

"Dia orangnya tekun, tipe pekerja, diam. Di kantor pekerjaannya baik-baik saja. Kariernya juga bagus. Sepertinya tidak ada apa-apa. Keluarga juga menyampaikan tidak ada permasalahan. Jadi, kami masih abu-abu semua," terangnya.

Iin menambahkan, Iwan Budi merupakan pejabat fungsional bidang dua di Bapenda Kota Semarang.

Sementara waktu, dia menugaskan pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan tugas-tugas pegawai yang dikabarkan hilang tersebut.

"Itu itungannya memang tidak masuk tanpa izin. Terkait toleransi kami belum tahu. Kami sudah laporkan ke BKPP. Nanti kami koordinasi lebih lanjut dengan BKPP karena ada aturan-aturannya. Harapan kami segera ditemukan dalam kondisi sehat," jelas Iin.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris menambahkan, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang tidak masuk selama tiga hari berturut-turut tanpa izin bisa dikenai sanksi hukuman disiplin baik ringan, berat, atau sedang sesuai undang-undang disiplin ASN.

Namun, terkait kasus hilangnya pegawai Bapenda tersebut, pihaknya masih menunggu berita acara dari kepolisian.

"Ada berita kehilangan dari kepolisian, baru kami telusuri. Apakah yang bersangkutan hilang atau ada indikasi lain. Bila nekat tidak masuk kerja ada aturan disiplin, tapi jika ada permasalahan, misal kekerasan atau apa prosesnya beda," paparnya.

Pihaknya bersama Bapenda terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait pencarian pegawai tersebut. Ia perlu mengetahui terlebihdahulu keterangan dari kepolisian untuk mengambil tindakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved