Berita Blora

Jalani Pemeriksaan, Inisial J Sebut Solar Didatangkan dari Semarang untuk Industri

Terduga pelaku menyebutkan datangkan solar yang dibawa dari Semarang untuk industri.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Barang bukti satu unit truk tangki pengangkut solar kapasitas 24.000 liter yang diduga solar ilegal dengan nopol L 9683 UO beserta mesin diesel, selang saat ditunjukkan Satreskrim Polres Blora. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Terduga pelaku pengiriman solar ilegal berinisial J menyebutkan mendatangkan solar yang dibawa dari Semarang untuk industri.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri pemeriksaan di Polres Blora kemarin, Kamis 1 September 2022.

Kepala Satreskrim AKP Supriyono telah menyurati sebelumnya pihak yang diduga berkaitan dengan kasus pengiriman solar ilegal ini untuk dimintai keterangan.

Inisal J pun kemudian menghadiri panggilan tersebut.

"Dia (inisial J, Red) kemarin datang untuk dimintai keterangan," ungkap AKP Supriyono. 

AKP Supriyono menyebut bahwa inisial J mendapatkan solar dari Semarang yang diperuntukkan untuk industri.

"Dia mengaku dapat barang dari Semarang, tapi masih kita dalami lagi. kita belum bisa mengungkapkan tersangkanya," terang AKP Supriyono. 

Meski sudah dimintai keterangan, pihaknya mengaku harus mendalami kasus dan akan mengumpulkan keterangan berbagai pihak terkait. 

"Iya dari industri. nanti perlu kita gelarkan dulu, kita mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi maupun barang bukti pembanding," beber AKP Supriyono. 

Untuk melengkapi keterangan, pihaknya akan melibatkan saksi ahli. Baik untuk penera ataupun untuk pengujian di laboratorium. 

"Nanti akan melibatkan saksi ahli, baik dari penera ataupun untuk uji lab. Namanya uji minyak ya lama. Tidak seperti kasus pidana lainnya," ungkap AKP Supriyono. 

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Wisnu Bambang Wijanarko mengaku, pihaknya hanya mengawasi peredaran BBM bersubsidi saja. 

Tidak termasuk minyak non subsidi untuk industri. 

"Kalau dilihat dari truk tangki yang berwarna biru, itu bukan bersubsidi. Kalau bukan bersubsidi itu di luar wewenang kami," ucap Wisnu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved