Berita Tegal

Strategi Bisnis Era Ekonomi Digital Ala Wabup Tegal Ardie 

Usaha di era ekonomi digital harus diimbangi dengan penerapan strategi yang baik. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Humas Pemkab Tegal
Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, saat menjadi pembicara di acara Silaturahmi Nasional dan Temu Bisnis Himpunan Pengusaha Nahdliyin sekaligus Simposium dan Expo UMKM Binaan Pesantren Tahun 2022, di Hotel El Royal, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Menjalankan usaha di era ekonomi digital saat ini tentunya harus diimbangi dengan penerapan strategi bisnis yang baik. 

Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, saat menjadi pembicara di acara Silaturahmi Nasional dan Temu Bisnis Himpunan Pengusaha Nahdliyin, sekaligus Simposium dan Expo UMKM Binaan Pesantren Tahun 2022 di Hotel El Royal, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/9/2022) kemarin. 

Adapun strategi bisnis di era digital ini menurut Ardie meliputi manajemen bisnis yang handal, memberikan pelayanan prima, inovasi terhadap layanan dan produknya, memaksimalkan penggunaan teknologi, mengotimalkan promosi di media sosial, mengimplementasikan digital marketing, dan membangun ekosistem digital.

“Di sini kita harus punya strategi dalam berbisnis. Apalagi ini era digital seperti sekarang yang menuntut semuanya serba cepat, pasti, dan on demand,” kata Ardie, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (2/9/2022). 

Sejalan dengan itu, Ardie pun menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia terus bertambah. 

Peluang ini tentunya harus bisa dimanfaatkan para pelaku usaha menjalankan bisnisnya.

Terlebih, lanjut Ardie, prospek bisnis di era digital sangat menjanjikan. 

Berdasarkan data dari laman tempo.com, disebutkan bahwa pengguna e-commerce akan terus mengalami peningkatan sampai tahun 2024. 

Untuk itu, Ardie pun mengajak para pelaku usaha melakukan strategi dan inovasi untuk menangkap peluang dan menjaga berkelanjutan usahanya.

Bahkan, berdasarkan informasi yang disampaikan melalui laman katadata.com, nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) e-commerce di Indonesia mencapai Rp 577,9 triliun di tahun 2020. 

Sejalan dengan itu, pembatasan aktivitas sosial selama pandemi juga diyakini turut mengakselerasi penggunaan platform e-commerce.

“Adanya pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat ke luar rumah, justru mendorong mereka memanfaatkan platform e-commerce. Masyarakat, terutama di perkotaan jadi terbiasa membeli keperluan atau kebutuhan pribadinya melalui aplikasi marketplace di gawai pintarnya,” jelas Ardie. 

Acara yang diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 1-2 September 2022 ini, mengusung tema UMKM Pesantren Kuat, Indonesia Sejahtera. 

Turut hadir dalam Silaturahmi Nasional dan Temu Bisnis Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestandani. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved