Berita Kudus

Terkait Permintaan Evaluasi Kepala Dinaskerperinkop-UKM, Bupati Kudus: Usulan Boleh

Bupati Kudus tak permasalahkan perihal usulan evaluasi Kepala Disnakerperinkop-UKM.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Dok. Diskominfo Kudus
?Bupati Kudus, HM Hartopo 

TRIBUNJATENG COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo tidak mempermasalahkan perihal usulan evaluasi terhadap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop-UKM) Kudus. Pasalnya, hal itu sah-sah saja.

"Usulan boleh, tidak apa-apa. Kami hargai dan kami hormati," kata Hartopo, Jumat (2/9/2022).

Tapi yang terpenting bagi Hartopo, pihaknya akan mencari titik masalah hingga akhirnya muncul usulan evaluasi terhadap kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di bawah kendalinya.

"Tapi tentunya permasalahannya apa, kalau memang dia tidak bisa kerja ya tentunya harus kami copot kita ganti. Karena permasalahannya apa harus tahu dulu," katanya.

Hartopo mengatakan, pihaknya secara berkala melakukan evaluasi terhadap sejumlah kepala OPD. Hal itu acap kali pihaknya lakukan untuk mengetahui sejauh mana kinerja dari masing-masing kepala OPD.

"Kalau memang kinerja perlu di-refresh, di-rolling kalau memang ada titik jenuh," katanya.

Hartopo menilai sejauh ini kinerja dari Kepala Disnakerperinkop-UKM masih terbilang bagus. Untuk dia dia juga perlu mencari tahu, alasan mendasar apa yang akhirnya usulan tersebut bergulir.

"Kalau memang karena komunikasi, ini juga bagian yang perlu dikoreksi atau dievaluasi," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Kudus mengusulkan agar Kepala Disnakerperinkop-UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati dievaluasi. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Kamis 1 September 2022 malam.

Di antara alasan permintaan evaluasi tersebut karena Disnakerperonkop-UKM serapan anggarannya rendah. Pada Januari sampai Agustus 2022 baru tercapai Rp 11,7 miliar. Kemudian pada tahun 2021 serapan hanya tercapai 2,6 persen atau Rp 1,26 miliar dari total anggaran yang diterima sebesar Rp 47,82 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved