Dieng Culture Festival 2022

Dampak Kenaikan Harga BBM, Sandiaga Uno Imbau Parekraf Cermat Hitung Biaya Produksi

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno masih menghitung dampak kenaikan harga BBM ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Penulis: Imah Masitoh | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Imah Masitoh
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, saat menghadiri Dieng Culture Festival 2022, Sabtu (3/9/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno masih menghitung dampak kenaikan harga BBM ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Pihaknya meyakini bahwa kenaikan harga BBM harus disikapi dengan langkah-langkah mitigasi. 

"Berdasarkan diskusi kita dengan Deputi Gubernur Senior (Bank Indonesia) kenaikan di level pelaku ekonomi kreatif ini mungkin 10-20 persen," ungkapnya kepada awak media saat menghadiri Dieng Culture Festival 2022, Sabtu (3/9/2022). 

Menparekraf Sandiaga percaya para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata dapat melalui saat yang sulit ini dengan kenaikan harga BBM. 

Ia menambahkan, dengan kenaikan harga BBM ini pemerintah akan hadir memberikan solusi, pendampingan, fasilitasi, kepada para pelaku ekonomi kreatif. 

"Pendampingan dilakukan agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menyikapi bagaimana harga-harga bahan pokok, mereka bisa ikut mulai bertransformasi ke ekonomi hijau, tuturnya. 

Dalam kesempatan ini Menparekraf Sandiaga memberikan tips bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi dampak kenaikan harga BBM satu ini. 

Perhitungan secara cermat mengenai biaya produksi diperlukan bagi para pelaku ekonomi kreatif, yang mana nantinya biaya produksi ini akan dikalkulasi dengan mengikuti daya beli masyarakat. 

Selain itu memperluas jejaring antar pelaku ekonomi kreatif juga menjadi hal yang baik untuk bisa saling menguatkan dan kompak. 

"Ekonomi berbasis silaturahmi ini semakin kuat. Mereka bisa bertahan, kalau mereka kompak dalam menyikapi kenaikan ini dan  saling tolong menolong," tambahnya. 

Kemudian memperkuat sisi keuangan juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Bagaimana nantinya langkah-langkah antisipatif untuk membantu permodalan, keringanan, bisa dihadirkan. 

Menparekraf Sandiaga mengharapkan dengan kenaikan harga BBM ini akan turut serta betul-betul meningkatkan resiliensi dan ketangguhan dari UMKM nantinya.

"Beberapa bulan ke depan ini akan berat, tentunya kami tidak akan tinggal diam, kami akan turun ke lapangan memberikan masukan, dan bantuan sosial kepada pelaku kreatif," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah telah resmi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax sejak hari kemarin, Sabtu (3/9/2022).

Harga Pertalite dari Rp7.650 rupiah per liter, menjadi Rp 10.000 rupiah per liter. 

Sementara Solar naik dari harga Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 rupiah  per liter.

Serta Pertamax naik dari Rp 12.000 rupiah per liter menjadi Rp14.500 per liter. 

Harga terbaru ini sudah diberlakukan setelah 1 jam sejak diumumkan, pada pukul 14.30 WIB kemarin. 

Dengan kenaikan harga BBM ini akan turut berdampak di berbagai sektor perekonomian. (ima) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved