Berita Pekalongan

Harga BBM Naik, Antrean di SPBU Bojong Pekalongan Masih Normal

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM di Indonesia pada Sabtu (3/9) sejak pukul 14.30.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Antrean kendaraan di SPBU 44.511.08 Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pasca kenaikan harga BBM. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia pada Sabtu (3/9/2022) sejak pukul 14.30 WIB.

Kenaikkan harga BBM ini mencakup BBM jenis Pertalite, Solar, maupun Pertamax.

Harga BBM Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan harga solar, dari sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 perliter, dan untuk Pertamax dari Rp 12. 500 menjadi Rp 14.500 perliter.

Pasca kenaikan harga BBM, pantauan Tribunjateng.com, Minggu (4/9/2022) dari pukul 10.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB, di SPBU 44.511.08 Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah tidak ada antrean terlalu panjang di SPBU Bojong.

Pengawas SPBU 44.511.08 Bojong Surya mengatakan, perubahan harga BBM langsung dilakukan seusai diumumkan oleh pemerintah pada kemarin.

"Sesuai pengumuman harga dari pemerintah, kami langsung menyesuaikan harga," kata Pengawas SPBU 44.511.08 Bojong Surya.

Kemudian, ia menceritakan pada saat isu kenaikan harga BBM pada akhir bulan Agustus 2022, memang suasana di SPBU yang mengantre solar dan pertalite terlihat antrean panjang.

"Akhir bulan Agustus, isu kenaikan membuat antrean kendaraan yang akan membeli BBM terlihat panjang, petugas kepolisian dari polsek memberikan pengamanan di SPBU. Namun kemarin, tidak ada antrean terlalu panjang di SPBU pasca dan sebelum harga naik," imbuhnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini stok BBM di SPBU Bojong masih aman.

Selain itu juga, SPBU Bojong membuka pelayanan untuk masyarakat yang akan mendaftarkan ke program subsidi tepat pertamina.

"Kami juga membuka dan membantu masyarakat, apabila akan mendaftarkan kendaraannya diprogram subsidi tepat pertamina," tambahnya.

Sementara itu, Yani (36) warga Kecamatan Sragi mengeluhkan dengan kenaikan harga BBM yang baru.

"Saya sebagai ibu rumah tangga, kenaikan harga BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok dan sangat kurang pas sekali. Contohnya harga telur lagi naik, ini BBM malah naik," kata Yani.

Ia berharap, pemerintah mempertimbangkan lagi mengenai kenaikan harga BBM ini. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved