Berita Pekalongan

Harga BBM Naik, Ini Kata Warga

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan harga kenaikan bahan BBM pada Sabtu (3/9).

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Rental mobil EMCI Korda Karangdadap
Rental mobil EMCI Korda Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi mengumumkan harga kenaikan bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022) sejak pukul 14.30 WIB.

Kenaikkan harga BBM ini mencakup BBM jenis Pertalite, Solar, maupun Pertamax.

Harga BBM Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan harga solar, dari sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 perliter, dan untuk Pertamax dari Rp 12. 500 menjadi Rp 14.500 perliter.

Merespon pengumuman ini, banyak warga yang mengeluhkan kenaikan harga BBM yang baru.

Seperti yang dikatakan, Yani (36) warga Kecamatan Sragi mengeluhkan dengan kenaikan harga BBM yang baru.

"Saya sebagai ibu rumah tangga, kenaikan harga BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok dan sangat kurang pas sekali. Contohnya harga telur lagi naik, ini BBM malah naik," kata Yani.

Ia berharap, pemerintah mempertimbangkan lagi mengenai kenaikan harga BBM ini.

Sementara itu, anggota rental mobil EMCI Korda Karangdadap, Kabupaten Pekalongan M Nadhim mengatakan, adanya kenaikan harga ini bisa mempengaruhi harga untuk penyewaan rental mobil.

"Naiknya harga BBM, agak ribet mas. Ditambah, sekarang yang menggunakan pertalite harus terdaftar ke my Pertamina agar bisa," kata anggota rental mobil EMCI Korda Karangdadap, Kabupaten Pekalongan M Nadhim saat ditemui Tribunjateng.com, Minggu (4/9/2022).

Ia mengungkapkan, untuk harga sewa sendiri saat ini masih utuh, belum ada kenaikan pasca kenaikan harga BBM.

"Harga sewa mobil rental kendaraan Avanza 2022 masih utuh mas Rp 300 ribu, untuk 1x24 jam. Sedangkan, untuk mobil seperti Agya masih Rp 250 ribu," ungkapnya.

Saat ini, paguyuban rental mobil di Kabupaten Pekalongan masih melakukan koordinasi terkait adanya kenaikan harga BBM.

"Ini teman-teman masih koordinasi, apakah tarif sewa naik atau tidak. Jika naik, apakah keberatan tidak dengan customer, lalu apabila naik kemungkinan naik 10 persen dari harga sewa," imbuhnya.

Ia menambahkan, harapannya harga BBM normal kembali, karena pengusaha rental mobil baru bangkit pasca pandemi Covid-19.

"Saya punya 4 unit mobil untuk disewakan, saya berharap pemerintah mempertimbangkan lagi kenaikan harga BBM. Karena, teman-teman paguyuban rental mobil baru bangkit pasca dua tahun pandemi Covid-19," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved