Cerita Mistis Penampakan Hantu Noni Belanda di Atap Rumah Hantu Rinjani Malang

Cerita Mistis Penampakan Hantu Noni Belanda di Atap Rumah Hantu Rinjani Malang

Penulis: Inez | Editor: galih permadi
Kompas.com/Andi Hartik
Cerita Mistis Penampakan Hantu Noni Belanda di Atap Rumah Hantu Rinjani Malang 

Dari pernikahannya tersebut, lahir seorang anak perempuan dan anak satu-satunya dari Ivan bernama Erni Susilawati Nurhansyah.

Ivan sendiri meninggal pada 1986.

Kasus kepemilikan rumah yang berdiri di atas lahan seluas 1264 meter persegi itu diklaim sebagai bangunan  hibah oleh Tjang Siang Bing alias Guntur Prayitno.

Guntur sendiri merupakan kawan akrab Ivan yang pun tinggal di lingkungan jalan Rinjani.

Terlepas dari kisah angker dan konflik kepemilikan tersebut, Rumah Hantu Rinjani merupakan bagian kekayaan arsitektur kuno peninggalan Belanda.

Sehingga rumah tersebut merupakan bagian dari saksi sejarah sekaligus jejak yang menunjukkan keberadaan Belanda di kota Malang.

Menengok ke belakang, perencanaan tata kota Belanda untuk kota Malang terbilang sangat rapi dan apik.

Pada masa pemerintahan walikota Ir. EA Voonerman (1923-1933), pembangunan kota Malang terbilang cepat.

Gemeenstrad (dewan kota) Malang tidak menginginkan bentuk kota memanjang menjauhi pusat kota.

Sayangnya, pembangunan justru membentuk sumbu utara-selatan (seperti kawasan kayu tangan-celaket).

Akhirnya pembangunan perumahan  tersebut berdasarkan tipe vila, rumah kecil dan kampung.

Di antaranya adalah dibangunnya kawasan Ijen Boulevard.

Vooverman dibantu oleh Ir Herman Thomas Karsten menata jalan yang menghubungkan perumahan sederhana dengan perumahan mewah.

Karsten membagi daerah perumahan menjadi beberapa bagian.

Antara lain daerah kampung tertutup, daerah kampung terbuka, daerah perumahan kecil dan daerah perumahan besar.

Kawasan elit (perumahan besar) saat itu disebut Bergenbuurt yang artinya daerah gunung-gunung.

Itulah mengapa nama jalan-jalannya pun menggunakan nama-nama gunung seperti Smeroestraat (jalan Semeru), Bromostraat (jalan Bromo) dan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved