Berita Salatiga

Pertunjukan Ekstrem di Salatiga Art Fest, Bagus Perlihatkan Body Suspension, Tubuh Ditusuk Jarum

Salatiga Art Fest bertujuan mengenalkan seni tato kepada masyarakat dan mengubah pandangan buruk tentang tato.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/HANES WALDA MUFTI
Dua orang akan digantung menggunakan tali saat pertunjukan body suspension, di Gedung Tenis Indoor Kota Salatiga, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Di Kota Salatiga, seni pertunjukan ekstem terus berkembang.

Salah satunya yakni body suspension yang digelar oleh Salatiga Art Fest di Gedung Tenis Indoor Kota Salatiga.

Rajah Kalimi Tattoo, Bagus Raga Sukma mengatakan, pertunjukkan body suspension biasa dilakukan dengan kontes tato.

Baca juga: Harga BBM Naik, Sopir Angkot di Salatiga Menjerit

Baca juga: Keseruan Siswa SD School of Life Lebah Putih Salatiga dalam Penilaian Tengah Semester

Body suspension adalah salah satu dari banyaknya perform art yang dilakukan dengan cara ekstrem,” kata Bagus kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/9/2022).

“Dengan cara digantung menggunakan tali yang sebelumnya ditusukan atau piercing menggunakan jarum di bagian tertentu untuk pengait antara tubuh dengan tali,” imbuhnya.

Raga menjelaskan, body suspension ini tidak bisa dilakukan sembarang dan ada aturannya.

“Ada aturannya, untuk keamanan harus dilakukan oleh profesional dan dari segi medis harus dilakukan dengan cara yang steril."

"Seperti jarum sekali pakai, serta menggunakan hand gloves saat penusukan jarum,” ungkapnya.

Dalam ajang Salatiga Art Fest, body suspension dilakukan komunitas Sriganos Familia dari Blitar.

Body suspension terdiri dari berbagai jenis, seperti Chest (pengait di dada), Coma (pengait di dada, batang tubuh, dan kaki) sehingga orang yang melakukan ini seperti berbaring di atas menghadap ke atas.

Selanjutnya, Knee yakni pengait ditempatkan di lutut dan posisi ini digantung dengan kepala di bagian bawah dekat dengan tanah.

Baca juga: Viral Video Anggota TNI Tangkap 5 Pelaku Pengeroyokan Pratu RW di Salatiga, 1 Pelaku Meninggal

Baca juga: Kali Ini, Merti Dusun di Dukuh Salatiga Ada Ekspatriat dan Tim Pengambil Sampah

“Ada juga Suicide yang pengait tempatkan di punggung bagian atas,” paparnya.

Raga berkata, body suspension ini murni pertunjukan untuk memeriahkan acara.

“Ini memang diperuntukkan untuk penggemar pertunjukan ekstrem, baik pemainnya atau penontonnya untuk menaikkan adrenalin agar acara semakin meriah,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved