Berita Semarang

Prediksi Dampak Penurunan Daya Beli Hingga 30 Persen, KSPI Jateng Tolak Kenaikan BBM

Buruh di Jawa Tengah menolak kenaikan harga BBM yang telah diputuskan pemerintah.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Istimewa
Sekjen KSPI Jateng, Aulia Hakim. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Buruh di Jawa Tengah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah resmi diputuskan pemerintah pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Hal itu di antaranya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah yang mendesak agar keputusan tersebut dibatalkan.

"Ini sangat mengejutkan bagi buruh, khususnya di Jateng. Kami prihatin juga terkait dengan kebijakan pemerintah yang menurut kami tidak familiar dan tidak ada urgensinya pada saat ini. Kami KSPI menolak itu," kata Sekjen KSPI Jateng Aulia Hakim saat dihubungi tribunjateng.com, Senin (5/9/2022).

Menurut Aulia lebih lanjut, kenaikan harga BBM yang telah resmi diberlakukan tersebut akan berdampak besar bagi para buruh di Jawa Tengah.

Sebab kata dia, jika dihitung tiga tahun ke belakang ini, kenaikan upah yang terjadi di Jawa Tengah cukup miris dan tak sebanding dengan kenaikan harga BBM saat ini.

Hal itu menurut dia sangat memberatkan bagi para buruh dan dikhawatirkan akan turut berdampak pada penurunan daya beli mereka.

"Prediksi kami, penurunannya daya beli bisa sampai 30-50 persen. Karena kami hitung dari 3 tahun ke belakang dengan omnibus law ini, kenaikan upah di Jateng sangat parah, bahkan ada yang tidak naik.

Sedangkan kenaikan BBM ini 2.350 untuk pertalite, itu sangat memberatkan kami kawan-kawan buruh karena upahnya masih sangat rendah sekali," ujarnya.

Sementara itu dia menyatakan, pihaknya sendiri meminta agar pemerintah menahan terlebih dahulu kenaikan BBM ini.

Dia meminta agar pemerintah melakukan antisipasi agar penyaluran BBM tidak salah sasaran.

"Solusi sederhana kami adalah batalkan dulu terkait kenaikan. Kemudian perbaiki skema yang selalu digunakan pemerintah bahwa menaikkan BBM karena penyaluran yang tidak tepat.

Saat ini kami melihat belum ada tindak lanjut bagaimana mengantisipasi penyaluran BBM ini agar tidak salah sasaran.

Tahan dulu (kenaikan harga BBM), perbaiki terkait dengan posisi penyalurannya yang benar.

Karena, kenaikan ini akan berdampak pada efek domino, menjadi landasan pacu harga-harga lain. Kalau BBM sebagai landasan pacunya, semua akan merangkak naik," ungkapnya.

Sementara itu dia menambahkan, sebagai wujud penolakan terhadap kenaikan harga BBM tersebut para buruh Indonesia akan melakukan aksi unjuk rasa esok hari.

Adapun untuk Jawa Tengah, unjuk rasa akan dilakukan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

"Kami sudah koordinasi besok tanggal 6 (September 2022) akan melakukan aksi secara nasional, dan di Jateng akan terpusat di gubernuran pukul 15.00 WIB," tukasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved