Berita Kudus

PTUN Semarang Batalkan IMB Hot‎el Sato Kudus

PTUN Semarang telah mengabulkan permohonan penggugat untuk membatalkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Sato, Kudus, pada 30 Agustus lalu.

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
The Hotel Sato, di Jalan Pemuda Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang telah mengabulkan permohonan penggugat untuk membatalkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Sato, Kudus, pada 30 Agustus lalu.

Dengan nomor gugatan 25/G/2022/PTUN.Smg, dua orang penggugat, yakni Beni Djunaedi dan Benny Gunawan Ongkowidjojo, yang bertetangga persis bersebelahan dengan hotel tersebut meminta agar hotel dibongkar karena menyebabkan kerusakan atas dinding rumahnya.

‎Dalam amar putusannya, PTUN Semarang mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya dan menyatakan batal atas IMB bangunan gedung yang diterbitkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Nomor 644/293/25.03/2017 tanggal 7 Juni 2017.

"‎Dalam putusan pengadilan itu mewajibkan tergugat untuk mencabut keputusan objek sengketa," kata kuasa hukum penggugat, Budi Supriyatno, kepada Tribun Jateng, Senin (5/9).

‎Budi menceritakan, terdapat banyak kesalahan fatal yang dilakukan pemilik bangunan Hotel Sato karena mendirikan hotel tidak sesuai IMB.

Pertama, luas bangunan yang diizinkan dalam IMB yang pertama tanggal 7 Juni 2017 adalah ada lima lantai, tetapi gedung dibangun sampai tujuh lantai.

Kedua, luas bangunan yang diizinkan setiap lantainya seluas 266,86 meter persegi, namun kenyataan luas bangunannya mencapai 390 meter persegi.

"Jadi dari luas tanah 390 meter persegi itu dibangun semua, tanpa tersisa sedikit pun garis sempadan. Artinya, tidak ada jarak bangunannya dengan bangunan milik tetangga, pelanggaran tanpa ada garis sempadan sehingga melanggar Undang-Undang Bangunan Gedung dan peraturan pelaksanaannya," ujarnya.

Anehnya, kata dia, IMB masih dalam keadaan sengketa di PTUN Semarang justru Pemkab Kudus menerbitkan IMB baru Nomor 644/106/15.04/2022 bertanggal 29 Maret 2022.

Dia menilai, IMB kedua yang diterbitkan itu janggal karena jelas bangunannya telah melangar ketentuan peraturan perundang-undangan.

"‎Makanya, kami juga menggugat IMB kedua yang diterbitkan itu melalui PTUN yang sudah terdaftar Nomor 57/G/2022/PTUN.Smg," ujar dia.

Sementara itu, Bupati Kudus, M Hartopo menyampaikan, belum mengetahui penerbitan kembali IMB Hotel Sato yang masih dalam tahap sengketa.

"Saya belum dapat laporannya, tapi nanti saya akan menanyakan ke dinas yang terkait," jelas dia. (raf/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved