Berita Kriminal

Teller PD BKK Kajen Gelapkan Rp 6,2 Miliar Uang Nasabah, Polisi Bongkar Modusnya

Polres Pekalongan berhasil mengamankan EK (57) mantan teller PD BKK Kajen cabang Kandangserang.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Dok Humas Polres Pekalongan
Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat menggelar press release penggelapan uang nasabah PD BKK Kajen cabang Kandangserang. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Polres Pekalongan berhasil mengamankan EK (57) mantan teller PD BKK Kajen cabang Kandangserang yang telah menggelapkan uang para nasabahnya dengan jumlah Rp 6,2 miliar.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, terungkapnya kasus berdasarkan informasi dari masyarakat adanya dugaan penggelapan uang dan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh unit Tipikor Polres Pekalongan.

Baca juga: Hendi Minta Siswa SMA Mulai Berinvestasi, Tapi Bukan Uang

Baca juga: Dirujuk ke RSUD Menggunakan Pikap, Maria Meninggal saat Kendaraan Terjebak Jalan Rusak

Baca juga: PSS Sleman Vs Persis Solo Tanpa Suporter Laskar Sambernyawa, Ini Pertimbangan Polisi

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, bahwa tersangka EK menggelapkan uang setoran nasabah dan tidak menyetorkannya."

"Selain itu juga, tersangka melakukan rekayasa buku tabungan dan secara sadar mengambil uang nasabah secara fiktif tanpa sepengatahuan nasabah yang bersangkutan," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria dalam rilis yang diterima tribunjateng.com, Selasa (6/9/2022).

Tersangka terbukti menggelapkan dana nasabah total sebesar Rp 6.214.351.059 selama kurun waktu sembilan tahun, yakni sejak Tahun 2010 hingga 2019.

"Tersangka melakukan aksinya selama 9 tahun dan menyalahgunakan dana nasabah PD BKK.

Dalam aksinya, tersangka melakukan sendirian," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan, kejadian ini terungkap di bulan Agustus 2019 saat supervisor dari PD BKK melakukan pengkinian data dan menemukan ketidak cocokan, antara jumlah nominal yang tertulis dalam buku tabungan nasabah dengan rekening tabungan yang ada di sistem.

Dari temuan tersebut, dilaporkan kepada tim Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT. BKK Jateng.

Dari hasil pemeriksaan klarifikasi dan pelaksanaan konfirmasi oleh SKAI dengan para nasabah serta kroscek data, ditemukan 234 nasabah yang nominalnya tidak sama antara buku tabungan dengan nominal yang tercatat pada sistem perbankan.

"Hasil pemeriksaan ahli dan penghitungan kerugian keuangan negara (PKKN), yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Provinsi Jawa Tengah total kerugian negara sebesar Rp 6.214.351.059," jelasnya.

Selain mengamankan EK, pihaknya juga mengamankan sejumlah tumpukan berkas-berkas serta uang puluhan juta rupiah, sebagai batang bukti.

"Kita juga amankan, SK pengangkatan dan pemberhentian saudara EK," imbuhnya.

Akibat perbuatanya, tersangka EK dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun," tambahnya.

Baca juga: Iwan Pegawai Bapenda Kota Semarang Akan Diperiksa Terkait Dugaan Kasus Korupsi Ini Sebelum Hilang

Baca juga: Prostitusi Online Via MiChat di Purbalingga, Pelaku Bikin Akun Bernama Niken, Aktif Sejak Februari

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Semarang Besok Rabu 7 September 2022, Berawan Sepanjang Hari

Sementara itu, EK mengatakan bahwa ia  melakukan penggelapan dana nasabah untuk kebutuhan sehari-hari.

"Saya melakukan perbuatannya, saat masih aktif menjadi teller," katanya.

Ia melakukan perbuatan itu, karena suaminya tidak menafkahi selama lima tahun ini

"Gaji saya sebagai teller sendiri sekitar Rp 3 juta sebulan, itu tidak bisa mencukupi kebutuhan kedua anaknya," imbuhnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved