Berita Jepara

Dua Kemungkinan Penyebab Daya Beli BBM SPBU Menurun di Jepara, Kalau Stok Dipastikan Aman

Saat ini stok BBM di semua SPBU Kabupaten Jepara tidak mengalami kendala pasokan pengiriman. Setiap pagi, SPBU memiliki stok 15.000 kiloliter.

TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Aktivitas warga membeli BBM di SPBU Mulyoharjo, Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada penurunan penjualan.

Penjualan BBM di Kabupaten Jepara mengalami penurunan hingga 30 persen. 

Ketua Paguyuban SPBU Kabupaten Jepara, Chairudin Ardy mengatakan, penurunan penjualan ini disebabkan dua kemungkinan. 

Baca juga: Edy Supriyanta Berkirim Surat ke Pertamina, Imbas Nelayan Jepara Dilarang Beli Solar di SPBU

Pertama, kenaikan ini mengakibatkan daya beli masyarakat rendah.

Kedua, masyarakat sudah membeli BBM dalam jumlah banyak sebelum kenaikan harga.

“Jadi setelah ada kenaikan harga, tren pembelian (BBM) di kalangan masyarakat mengalami penurunan saat ini,” kata dia kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, pembelian BBM sempat mengalami kenaikan secara signifikan pada 1 September 2022.

Gejolak pembelian itu dampak dari santernya wacana kenaikan harga BBM.

Namun, setelah itu pembelian berangsur normal.

Baca juga: Daftar Kenaikan Tiket Bus AKDP dan AKAP di Jepara Setelah Kenaikan Harga BBM

Baca juga: 127.703  Warga Jepara Terima BLT BBM, Penyaluran Bantuan Mulai Hari Ini

Bahkan saat ini, pembelian untuk semua jenis produk di SPBU juga cenderung menyusut.

Sejak, Sabtu (3/9/2022), harga pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000.

Harga solar dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800.

Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500.

Ardy mengungkapkan, saat ini stok BBM di semua SPBU Kabupaten Jepara tidak mengalami kendala pasokan pengiriman. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved