Berita Semarang

Kredit Restrukturisasi Perbankan Terdampak Covid-19 Melandai

Kredit restrukturisasi perbankan yang terdampak Covid-19 terus bergerak melandai.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi. Dian Ediana Rae (tengah) menyampaikan paparannya didampingi Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Barat, Ismet Inono (kiri) dan Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Layanan Administrasi, Sukarelawati Permana pada konferensi pers di KPwBI Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (7/6/2018). Berdasarkan data PPATK, mulai periode 2017 sampai dengan kuartal I 2018, terdapat 52 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) dengan nilai lebih dari 41 Milyar yang didominasi oleh petahana. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kredit restrukturisasi perbankan yang terdampak Covid-19 tercatat terus bergerak melandai.

Begitu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, kredit yang mendapatkan relaksasi pernah mencapai titik tertingginya sebesar Rp 830,47 triliun pada Agustus 2020.

Per Juli 2022, restrukturisasi kredit Covid-19 tersebut telah turun menjadi sebesar Rp 560,41 triliun, menurun dibandingkan Juni 2022 yang sebesar Rp 576,17 triliun.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa 40 persen dari kredit yang direstrukturisasi karena terdampak Covid-19 telah kembali sehat dan keluar dari program restrukturisasi," terangnya seperti dalam keterangan yang diterima tribunjateng.com, Selasa (6/9/2022).

Jumlah debitur yang mendapatkan restrukturisasi Covid-19 juga menunjukkan penurunan menjadi 2,94 juta debitur per Juli 2022.

Tercatat jumlah ini pernah mencapai angka tertinggi sebesar 6,84 juta debitur pada Agustus 2020.

Secara proporsi sektoral, restrukturisasi Covid-19 per sektor terhadap total kredit per sektor yang masih di atas 20 persen adalah sektor akomodasi, makanan dan minuman yang mencapai 42,69 persen atau senilai Rp 126,06 triliun.

Sedangkan sektor lain yang masih terdampak adalah real estate dan sewa, sebesar 17,90 persen kredit sektor ini masih direstrukturisasi dengan nilai Rp 51,87 triliun.

Per Juli 2022, UMKM memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan kredit perbankan dengan kredit UMKM tumbuh signifikan sebesar 18,08 persen secara tahunan, di atas pertumbuhan total kredit sebesar 10,71 persen.

Hal tersebut membuat porsi kredit UMKM terhadap total kredit menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Total kredit UMKM per Juli 2022 mencapai Rp 1.299,4 triliun atau 21 persen dari total kredit perbankan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved