Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Usaha Bolu dan Brownies Sinta Beromset Puluhan Juta, Kuncinya: Tak Mau Turunkan Kualitas Bahan Baku

Di tengah gempuran naiknya harga telur dan terigu, ia tidak menurunkan standar bahan baku bolu dan browniesnya

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Dewi Okta Sintawati (42) Pemilik usaha Bolu Kukus dan Brownies asal Kecamatan Purwokerto Utara, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dewi Okta Sintawati (42) masih belum bisa percaya bolu kukus dan brownies jualannya bisa beromset puluhan juta.

Kuncinya adalah tetap menjaga kualitas.

Di tengah gempuran naiknya harga telur dan terigu, ia tidak menurunkan standar bahan baku bolu dan browniesnya.

Sebelum mantap berwirausaha bolu kukus dan brownies, Dewi Okta dulunya karyawan swasta.

Baca juga: Panduan Mengubah TV Analog ke TV Digital, Dilengkapi Tips Membeli STB dan Daftar Harga di pasaran

Baca juga: Daftar 7 Weton yang Kebal Diguna-guna Menurut Primbon Jawa

"Usaha bolu kukus mulai tahun 2011.

Tahun 2014 resign kerja dan fokus untuk mengembangkan bolu, dan brownies," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/9/2022). 

Bolu kukus, memang sudah akrab dengannya sejak dulu.

Apalagi semenjak punya anak, ia makin sering bikin bolu kukus.

"Berawal anak senang jajan.

Terus aku bikin bolu kukus yang ada cokelatnya, anak aku ternyata suka," ucapnya.

Saudaranya berbaik hati memberinya modal, untuk mengembangkan bolu kukusnya.

"Diberi modal Rp 25 juta buat beli mixer dan kontrak rumah.

Produksi pertama 40 pcs, saya titipkan di warung makan," ucapnya.

Satu tahun pertama sudah mulai berbuah.

"Sudah produksi mencapai 100 pcs.

Pasarnya masih Purwokerto saja," terangnya.

Lambat laun usahanya terus berkembang.

Dalam merintis bolu kukus dan brownies ia dibantu suami dan juga oleh dua orang karyawannya.

Semua yang dihasilkannya saat ini adalah berkat usaha dan kerja kerasnya.

Satu pelatihan yang dia ikuti adalah dari Balatkop UMKM Provinsi Jawa Tengah dalam bentuk pemberian ilmu pengetahuan.

Ia mengatakan saat ini sedang mau babat alas.

Mau menawarkan ke kantin-kantin sekolah.

Usahanya yang sedang moncer sempat oleng terpukul pandemi.

"Pandemi produksi 150 pcs saja tidak habis," ujarnya.

Ia tidak hanya fokus pada kualitas. 

Sementara legalitas produk juga ia lengkapi semua.

"PIRT sudah, Haki sudah mau jalan, mereknya Shinta," tuturnya.

Saat ini, produksinya bisa mencapai 800-900 pcs.

Saat ini bolu Sinta sudah bermitra dengan puluhan toko di Banyumas, dan Purbalingga.

Ia bermimpi ingin punya toko bakery sendiri. (jti)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved