Berita Lampung

Kejamnya Begal Handphone di Lampung, Tega Merudapaksa dan Menghabisi Gadis Remaja Demi Ponsel

Misteri penemuan mayat gadis remaja di kebun karet di Pesawaran, Lampung diungkap polisi dalam waktu singkat.

Editor: rival al manaf
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Pelaku pembunuhan berinisal pria berinisial KRS (21), warga Dusun Mekar Jaya Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. 

TRIBUNJATENG.COM, LAMPUNG - Misteri penemuan mayat gadis remaja di kebun karet di Pesawaran, Lampung diungkap polisi dalam waktu singkat.

Seorang pria berinisial KRS (21) diduga menjadi pelaku pembunuhan gadis remaja berinisial IT (15).

Sebelumnya, gadis itu tak kunjung pulang setelah membeli pulpen, ia kemudian ditemukan tak bernyawa pada pagi harinya.

Baca juga: Tak Pulang Setelah Membeli Pulpen, Paginya Gadis Remaja Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Baca juga: Hasil Liga Champions: Atletico Madrid vs Porto Dramatis, Sporting CP Taklukan Eintracht Frankfurt

Baca juga: Siswi SD Diduga Jadi Korban Rudapaksa Kepsek dan Tukang Sapu, Ibu Korban Mengadu ke Hotman Paris

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers yang digelar Polres Pesawaran mengatakan, motif diduga karena pelaku ingin menguasai handphone milik korban.

Didampingi Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo ia menjelaskan, kasus pembunuhan terungkap bermula dari ditemukannya jasad IT oleh Mugi Utomo seorang penderes karet yang sehari-harinya bekerja di kebun karet Desa Kalirejo.

Penemuan jasad gadis belia tersebut ternyata sesuai dengan identitas seorang warga yang dinyatakan menghilang oleh keluarga pada Senin (5/9) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Dari identitas yang sudah ketahui tersebut, kemudian petugas melakukan pendalaman TKP, dan menemukan benda di sekitar jasad yakni pelindung handphone dan pecahan botol.

Setelah dilakukan pendalaman berdasarkan keterangan saksi-saksi serta dari pihak keluarga, akhirnya petugas mulai mendapatkan titik terang dari peristiwa tersebut.

“Titik terang tersebut diambil dari saksi yang pertama kali menemukan jasad korban IT, serta keterangan dari pihak keluarga,” terang Pandra.

Sebelum menghilang, terus Pandra, korban sempat bertemu dengan pelaku di rumahnya sekira pukul 19.00 WIB.

Kemudian berdasarkan keterangan pihak keluarga, pukul 20.00 WIB, korban pergi lagi.

Dari keterangan tersangka, korban dibawa oleh pelaku menuju kebun karet.

“Di lokasi kejadian, pelaku sempat melakukan rudapaksa korban. Kemudian pelaku meminta handphone Oppo A3 milik korban,"

"Namun korban menolak, sehingga pelaku naik pitam dan mencekik leher korban dengan kedua tangan,” ungkap Pandra.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved