Berita Pekalongan

Sekda Akbar: Semua Aspirasi Mahasiswa Saya Tampung

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, menemui ratusan mahasiswa PMII.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menemui mahasiswa di depan kantor Bupati Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, menemui ratusan mahasiswa PMII cabang Pekalongan di depan Kantor Bupati Pekalongan, Kamis (8/9/2022) siang.

Dalam sambutannya, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang hari ini telah menyuarakan aspirasi secara baik, tidak hanya pusat saja dan kebijakan-kebijakan lokal.

"Saya ucapkan terimakasih kepada para mahasiswa yang sudah melakukan orasi siang ini."

"Ibu Bupati belum bisa menemui para mahasiswa, karena sedang dalam keadaan sakit, saya minta doanya agar lekas diberikan kesembuhan untuk bupati. Bukan tidak mau ketemu, namun keadaan masih sakit sehingga menungaskan saya selaku sekda untuk menemui mahasiswa dan menampung semua aspirasi mahasiswa," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, saat menemui para mahasiswa.

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menemui mahasiswa di depan kantor Bupati Pekalongan.
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menemui mahasiswa di depan kantor Bupati Pekalongan. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Menurut Sekda, terkait dengan kenaikan harga BBM, pemerintah pusat sudah menungaskan di daerah untuk mengalokasikan 2 persen dana transfer umum untuk kepentingan terkait dengan kenaikan BBM. 

"Tadi sudah disampaikan oleh orator, naiknya harga BBM, pastinya semua kebutuhan akan naik, serta inflasi termasuk kemiskinan. Dalam konteks kebijakan tersebut, pemerintah bersama DPRD akan buat kebijakan yang terkait dengan penanganan inflasi," ujarnya.

Sekda Akbar menjelaskan, kebijakan tersebut pemerintah akan memberikan bantuan sosial. Pemerintah pusat, sudah memetakan bansos untuk diberikan kepada masyarakat tidak mampu sebesar Rp 150 ribu perbulan selama 4 bulan kedepan.

"Untuk di Pemkab Pekalongan, kita akan menginstruksikan kepada seluruh kades di Kabupaten Pekalongan untuk mengalokasikan dana desa untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM," jelasnya.

Kemudian terkait dana 2 persen dana transfer umum, pemerintah dan DPRD akan menyiapkan lapangan kerja, bansos, dan pelindung sosial.

"Sasarannya warga yang kurang mampu, dan juga supir-supir angkot di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved