Berita Semarang

Driver Ojol Kota Semarang Ketar-ketir Sepi Penumpang Jelang Tarif Naik: Pelanggan Juga Terdampak

Beberapa driver Ojol lesu menanggapi wacana kenaikan tarif tersebut. Bahkan ada kecemasan tersendiri dengan kebijakan kenaikan tarif Ojol

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Budi Susanto
Potret seorang driver ojek online (Ojol) saat mengantar penumpang, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para driver ojek online (Ojol) di Kota Semarang berharap cemas.

Hal itu lantaran tarif Ojol akan naik pada Sabtu (10/9) mendatang.

Kenaikan tersebut disampaikan Kemenhub beberapa waktu lalu.

Dalam ketentuan kenaikan tarif, Kota Semarang masuk zona I.

Baca juga: Bripka RR Masih Melepas Sepatu Saat Tembakan yang Tewaskan Brigadir J Terdengar, Sambo Sempat Nangis

Baca juga: Pengakuan Istri AKBP Dalizon, Dwi Septiana :Saya Bantu Suami Saya Turunkan Kardus Berisi Uang.

Zona itu meliputi Sumatra, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali.

Dalam ketentuannya, tarif Ojol per kilometer ditetapkan Rp 1.850 hingga Rp 2.300. 

Biaya jasa minimal per 4 kilometer Rp 9.250 hingga Rp 11.500.

Dari penentapan itu, terjadi kenaikan sekitar Rp 2.000 untuk biaya jasa minimal.

Beberapa driver Ojol lesu menanggapi wacana kenaikan tarif tersebut.

Bahkan ada kecemasan tersendiri dengan kebijakan kenaikan tarif Ojol.

Mayoritas para driver Ojol di Kota Semarang khawatir sepi penumpang.

"Karena kenaikan tarif disertai kenaikan harga BBM dan lainnya, pasti pelanggan juga terdampak," papar Mustofa satu di antara driver Ojol, Jumat (9/9/2022) pagi.

Dilanjutkannya, driver Ojol dibebani potongan 10 hingga 20 persen dari hasil pendapatan.

"Semoga saja kenaikan tarif tidak dibarengi kenaikan potongan dari perusahaan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved