Fokus
Fokus : Menggerakkan Bisnis Anak Muda
MENGGUGAH anak muda untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kota menjadi keniscayaan. Potensi ekonomi kreatif
Penulis: moh anhar | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Moh Anhar
Wartawan Tribun Jateng
MENGGUGAH anak muda untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kota menjadi keniscayaan.
Potensi ekonomi kreatif dengan makin terbukanya peluang profesi dan jenis mata pencaharian baru menjadi tangga untuk menapak pemenuhan ekonomi para anak muda ini.
Kota Semarang yang makin menunjukkan wajah pembangunan, khususnya infrastruktur, yang lebih maju. Dari sisi wajah infrastruktur yang maju ini, maka sudah seharusnya berjalan beriringan dengan hal-hal penopang kegiatan ekonomi lainnya.
Pandemi covid-19, yang berlangSung selama lebih dua tahun terakhir ini, dampaknya masih begitu terasa bagi dunia usaha.
Simpul-simpul ekonomi yang sudah menjadi "trade mark" bagi Kota Semarang, yakni Pasar Johar masih membutuhkan upaya untuk bangun kembali.
Pascakebakaran pada 2015, lalu pindah di lahan relokasi di Jl Arteri Soekarno-Hatta, dan tahun ini pasar dikembalikan lagi di lokasi asal.
Simpul-simpul ekonomi baru bermuculan lewat Warmindo hingga kedai-kedai kopi, bahkan juga game Mobile Legends dan sejenisnya. Mal-mal baru saling berlomba dalam pembangunan dan segera buka dalam waktu dekat.
Meski sebenarnya, aktivitas ekonomi lebih fleksibel dengan melesatnya bisnis online. Lewat dunia maya menjadikan aktivitas ekonomi bia dilakukan di mana saja dan kapan saja, tanpa terbatasi ruang dan waktu.
Anak muda bukan sekadar sasaran target pasar produk-produk komersial, berpola konsumtif, hingga gaya hidup hedon.
Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada akun Instagram pribadinya @hendrarprihadi pada 8 September 2022 menarik untuk disimak. Ia bercerita bagaimana ia berusaha menghidupkan geliat perkotaan, yang selama ini Kota Semarang cuma dibilang sepi-sepi saja, hingga disebut mirip kota pensiunan.
Sebagai triknya, ia mengumpulkan anak-anak muda untuk dimintai pendapat: apa yang bisa bikin bangga anak muda dengan kotanya?
Jawabannya: anak-anak muda perlu digerakkan, di samping juga Pemerintah menerapkan pembangunan
yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Tak dipungkiri, keberadaan Kota Semarang sebagai ibukota provinsi seringkali diperbandingkan dengan ibukota provinsi lainnya di Jawa. Misal: Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Semarang dianggap tertinggal dengan kota-kota tersebut. Penilaian sederhana dari sudut pandang anak muda, menurut mereka, event hiburan berskala besar jarang digelar di sini.
Namun, jangan pesimistis, untuk event hiburan dalam sebulan terakhir, sejumlah panggung musik di beberapa tempat di Kota Semarang hingar bingar, baik artis nasional mapun luar negeri.
Hanya saja, bukan semata tuntutan event hiburan, yang jadi point of view dari tulisan ini.
Lalu bagaimana cara menggerakkan anak-anak muda ini? Mendorong para anak muda Semarang untuk tampil lebih berani menunjukkan potensi mereka. Mereka biasanya menyatu dalam komunitas-komunitas.
Dari kumpulan-kumpulan "darah muda" ini seringkali muncul event-event unik nan kreatif. Hal seperti ini perlu sokongan. Promosikan mereka.
Bila Pemkot saat ini menggencarkan Gerai Kopimi (Gerakan Terintegrasi Koperasi dan Usaha Mikro), coba deh incar para anak-anak muda untuk turut terlibat. Gerai Kopimi yang merata di tiap kelurahan, tentu memiliki posisi strategis. Membangun antusiasme membangun UMKM, tidak sebatas kaum ibu-ibu, tapi juga perlu menggalang animo anak-anak muda.
Dengan cara ini diharapkan muncul ide-ide kreatif dengan semangat para anak muda, serta emanjutkan apa yangd disampaikan Wali Kota mengenai upaya menggerakkan anak-anak muda. (*)
Baca juga: Sedang Berlangsung Babak II Skor 2-1 PSIS Semarang Vs Persikabo Liga 1 2022, Tonton Live Streaming
Baca juga: Pria di Purbalingga Ini Tega Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Kerabat yang Masih Dibawah Umur
Baca juga: Daftar Weton yang Disegani oleh Makhluk Gaib Menurut Primbon Jawa
Baca juga: Salurkan Bansos Polda Jateng Kepada Kaum Duafa, Polres Blora Gandeng Mahasiswa Hingga Awak Media
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/moh-anhar-wartawan-tribun-jateng-ok_20170831_073512.jpg)