Berita Semarang

Harga BBM Naik, Pengembang Dorong Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Kenaikan harga BBM dikhawatirkan berimbas pada pengembang rumah subsidi di Jateng.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Pameran REI Komisariat Semarang Property Expo 2022 di Java Supermall Semarang yang digelar Rabu (7-19/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kenaikan harga BBM dikhawatirkan akan berimbas pada pengembang rumah subsidi di Jawa Tengah.

Pasalnya, kenaikan harga BBM membuat pengembang termasuk rumah subsidi semakin tertekan karena ongkos produksi yang meningkat.

"Kami berharap kemarin-kemarin (harga rumah subsidi) sudah naik. Ini terlebih lagi faktor kenaikan harga material, kenaikan (harga) tanah signifikan, menimbulkan cost produksi relatif tidak menutup. Apalagi sekarang dengan BBM naik. Ini tadi pagi saja posisi (harga) material sudah bertambah sekitar 13 persen," kata Sekretaris DPD REI Jawa Tengah Andi Kurniawan mengatakan di sela pameran REI Komisariat Semarang Property Expo 2022 di Java Supermall Semarang yang digelar Rabu (7-19/9/2022).

Andi lebih lanjut menjelaskan, agar pengembangan rumah subsidi tetap berjalan sesuai target dan tak beralih ke pengembangan rumah nonsubsidi, para pengembang telah mendorong pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian harga.

Menurutnya, pihaknya sendiri telah melakukan pengusulan terkait penyesuaian harga tersebut.

"Kami sudah melakukan pengusulan harga rumah subsidi bulan Maret. Setelah usulan itu kami mengikuti alur, semua provinsi disepakati Rp 162 juta. Kami berharap peraturan dari kementerian PUPR segera diterbitkan, karena takutnya pemain yang membangun rumah subsidi ini tidak menutup, akhirnya beralih ke rumah nonsubsidi. Padahal masyarakat masih berharap rumah subsidi," ungkapnya.

Sementara itu terkait harga rumah subsidi saat ini, Andi menyebutkan masih bertahan di harga Rp 150,5 juta.

Adapun idealnya kata dia, harga rumah rumah tersebut bisa mencapai Rp 180 juta.

"Paling tidak jika peraturan keluar ada kepastian saja, itu sudah membantu menutup biaya produksi karena margin teman-teman membangun rumah subsidi ini hanya berkisar 10 persen," sebutnya.

Adapun di sisi itu, dia menambahkan, terkait harga rumah nonsubsidi para pengembang juga akan melakukan penyesuaian.

Disebutkan, para pengembang kini telah mulai berhitung untuk melakukan penyesuaian harga.

"Untuk harga rumah nonsubsidi, teman-teman (pengembang) sudah berhitung, sudah ada penyesuaian. Ketika mereka mau membangun rumah baru, biasanya sudah menentukan harga," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved