Unsoed Purwokerto

Kelola Minyak Jelantah, Tim Mahasiswa UNSOED Wujudkan Zero Waste Bersama Masyarakat

Tim Mahasiswa UNSOED Wujudkan Kebijakan Zero Waste Bersama Masyarakat dengan pengelolaan minyak jelantah.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Kelola Minyak Jelantah, Tim Mahasiswa UNSOED Wujudkan Zero Waste Bersama Masyarakat 

TRIBUNJATENG.COM - Tim Mahasiswa UNSOED Wujudkan Kebijakan Zero Waste Bersama Masyarakat dengan pengelolaan minyak jelantah.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa ini diketuai oleh Mahila Asana dan beranggotakan Reza Nur A’idah, Akmal Ryan Muttaqin, Divandra Putri Luvithania, serta Sandra Novitasari dengan dosen pembimbing Indah Setiawati, S.P, M.P. Penelitian ini dilakukan karena melihat urgensi dari permasalahan yang terjadi di masyarakat, yaitu memiliki kecenderungan menggunakan minyak jelantah dua kali atau lebih serta membuang limbah minyak jelantah ke saluran air.

Tindakan tersebut termasuk ke dalam perilaku menyimpang karena dapat mencemari kualitas air dan menghambat saluran air.

Walaupun demikian, perilaku tersebut masih terjadi hingga saat ini.

Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat akan dampak yang akan ditimbulkan.

Kelola Minyak Jelantah, Tim Mahasiswa UNSOED Wujudkan Zero Waste Bersama Masyarakat
Kelola Minyak Jelantah, Tim Mahasiswa UNSOED Wujudkan Zero Waste Bersama Masyarakat (IST)

Pada saat survei wawancara sempat ditemui beberapa masyarakat yang mengungkapkan keluh kesahnya terhadap sampah rumah tangga ini, salah satunya minyak jelantah.

“Saya sering ngumpulin minyak jelantah di botol, tapi bingung mau buat apa mba jadi daripada mengotori akhirnya saya buang saja ke lubang tanah di halaman belakang rumah mba,” ujar Alif Ilma, warga Purwokerto Barat, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, diperlukan adanya model pengelolaan untuk limbah minyak jelantah yang dikelola di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas mengingat rata-rata konsumsi minyak goreng per kapita di Kabupaten Banyumas pada tahun 2020 dan 2021 mencapai 0,275 dan 0,264 liter/minggu, data tersebut berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 termasuk ke dalam jumlah yang tinggi.

Di wilayah Banyumas, terdapat aplikasi bernama SALINMAS.

SALINMAS merupakan singkatan dari Sampah Online Banyumas yaitu bentuk upaya pemerintah Banyumas dalam mengatasi permasalahan sampah.

Aplikasi ini berfokus pada kampanye pengelolaan, pemilihan, dan pengumpulan sampah secara masif terutama pada jenis sampah rumah tangga.

Cara kerja aplikasi ini yaitu mewadahi pembelian sampah organik dengan mengumpulkan orderan dari aplikasi SALINMAS lalu akan diproses lebih lanjut untuk dijadikan uang.

Namun, saat ini aplikasi SALINMAS terbatas hanya pada pembelian sampah organik dapur.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved