Kriminal Hari Ini

Korban Guru Cabul Terus Bertambah di Batang, Saat Ini Capai 40 Siswi, Pelaku Alami Hiperseksual

Korban persetubuhan dan pencabulan yang dilakukan guru agama di sebuah SMP wilayah Kecamatan Gringsing itu pun kian bertambah.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Satreskrim Unit Pelayanan Perempuan Anak Pokres Batang terus melakukan penyidikan kasus persetubuhan dan pencabulan yang dilakukan Agus Mulyadi.

Korban persetubuhan dan pencabulan yang dilakukan guru agama di sebuah SMP wilayah Kecamatan Gringsing itu pun kian bertambah.

Hingga saat ini korbannya mencapai 40 siswi.

Baca juga: Polres Batang Bersama Mahasiswa Bagikan 750 Paket Sembako Bantu Warga Terdampak Kenaikan BBM

Baca juga: UPDATE Nasib Guru Agama Cabul di Batang, AM Menanti Hukuman Penjara 15 Tahun

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo.

"Hingga saat ini korbannya sudah mencapai 40 siswi."

"Adapun korban yang resmi melaporkan ada 9 anak."

"Kami masih akan terus mendalami keterangan pelaku," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/9/2022).

AKP Yorisa Prabowo mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersangka Agus Mulyadi memiliki kelainan seks yaitu hiperseksual

“Tim psikologi Polda Jateng menyampaikan, pelaku memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, tetapi secara berlebihan atau hiperseksual,” ujarnya.

Baca juga: Pekan Raya Batang Ditutup, Delapan Perpustakaan di Batang Terima Sertifikat Akreditasi

Baca juga: Kak Seto Sebut Kondisi Korban Asusila Siswa SMP di Batang Semakin Membaik

Selain keterangan pelaku, Satreskrim Polres Batang juga saat ini masih mendalami lagi keterangan korban dan saksi.

"Masih kami dalami terkait seperti apa yang dilakukan oleh pelaku kepada para korban," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, lanjut dia, ada beberapa korban yang dilecehkan dan beberapa disetubuhi.

Untuk saat ini para korban ada pendampingan dari berbagai tim seperti Tim Psikologi Mabes Polri, Polda Jateng, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Sesuai instruksi Kapolda Jateng, Kapolres Batang, kami menggandeng beberapa tim."

"Ada Tim Psikologis Mabes Polri, Polda Jateng, Ketua KPSI yang langsung ditangani Kak Seto dan tim dari Pemkab Batang,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Dua Jurnalis Lapor ke KPU Pati, Nama dan NIK Dicatut Sebagai Anggota Parpol

Baca juga: Lapak Blok D Pasar Sido Makmur Blora Sudah Diundi dan Bisa Ditempati, Begini Respon Pedagang

Baca juga: Baksos Serentak di Jateng, Polres Purbalingga Bagikan 2.000 Paket Sembako, Ini Daftar Penerimanya

Baca juga: Susur Sejarah Brongebouw Moedal, Sumber Air Pipa Pertama di Semarang, Usia Bangunan Sudah 111 Tahun

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved