Berita Salatiga

Menyikapi Nasib 800 Tenaga Harian Lepas Pemkot Salatiga, Ini Kata Sinoeng N Rachmadi

Menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat yang berencana menghapus tenaga honorer, khususnya di Lingkungan Pemkot Salatiga per 28 November 2023.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: deni setiawan
PEMKOT SALATIGA
Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi menerima audiensi Paguyuban THL Kota Salatiga di Kantor Wali Kota Salatiga, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi memahami keberadaan tenaga harian lepas (THL) di Pemkot Salatiga.

Karena itu, dirinya mendukung paguyuban THL memperjuangkan nasibnya, menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat yang berencana menghapus tenaga honorer, khususnya di Lingkungan Pemkot Salatiga per 28 November 2023.

Bahkan, pihaknya sudah dua kali membahas masa depan tenaga honorer tersebut melalui Forum APEKSI.

Baca juga: Penipuan Bermodus Money Changer di Salatiga Diringkus, Korban Ditipu dengan Jumlah 23 Juta

Melalui ajang silaturahmi seluruh Wali Kota se-Indonesia, Sinoeng merekomendasikan agar kebijakan Pemerintah Pusat itu dikaji ulang, karena kondisi masing-masing daerah berbeda.

Hal tersebut juga disepakati oleh forum, yakni agar klausul penghapusan tenaga honorer ditinjau ulang, sepanjang pemerintah daerah mampu membiayai sendiri dan tidak menerima tenaga baru.

“Kami memahami dan mendukung BKPSDM Kota Salatiga melakukan validasi data para THL."

"Jika seleksi PPPK menjadi opsi pemerintah bagi para THL, data tersebut diharapkan menjadi prioritas atas kebijakan Pemerintah Pusat,” kata Sinoeng kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/9/2022).

Dalam hal ini, masa pengabdian dan masa kerja THL diperhitungkan sebagai kredit poin.

“Kalau THL yang sudah bertahun-tahun mengabdi ini harus bersaing dengan peserta seleksi PPPK yang masih muda, ya berat,” jelasnya.

Baca juga: Guru Salatiga Menulis, Sinoeng N Rachmadi: Bad Mood Bukan Alasan Membangun Minat

Baca juga: Polres Salatiga Bagikan 1.000 Paket Sembako Pada Masyarakat Terdampak Kenaikan Harga BBM

Dikatakannya, Sinoeng mendukung pengurus Paguyuban THL Kota Salatiga untuk berkomunikasi dan beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkenaan kebijakan pemerintah tersebut.

Dukungan ini menyikapi aduan pengurus Paguyuban THL Kota Salatiga saat bersilaturahim dan ngudo roso kepadanya.

Selain itu, Asisten 3 Sekda Kota Salatiga, Sidqon Effendi mengungkapkan, hingga saat ini Pemkot Salatiga sudah dua kali melakukan pendataan yang dianalisis oleh BKN.

Dimana outputnya diharapkan bisa menjadi modal bagi THL untuk mengikuti tes PPPK.

“Begitu pula BKPSDM, berdasarkan surat MenPANRB, diminta untuk melakukan validasi guna mengetahui data dan potensi para THL dan yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi PPPK,” kata Sidqon.

Sementara itu, Ketua Paguyuban THL Kota Salatiga, Syarif Basrowi menambahkan, paguyuban yang diketuainya merupakan wadah komunikasi antar THL di Kota Salatiga yang saat ini berjumlah sekira 800 orang.

Baca juga: Implementasi MBKM, Fisip UIN Walisongo Gandeng Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah Salatiga

“Selama ini, THL selalu mengedepankan kinerja di Pemkot Salatiga."

"Oleh karena itu, atas nama paguyuban, kami memohon dukungan dan perlindungan Pj Wali Kota Salatiga atas wacana penghapusan tenaga non ASN di Pemkot Salatiga,” kata Syarif.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo kala itu mengimbau para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi pemerintah untuk menentukan status kepegawaian pegawai non-ASN (non-PNS, non-PPPK, dan eks-Tenaga Honorer Kategori II) paling lambat 28 November 2023.

Hal ini tertuang dalam surat Menteri PANRB No. B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (*)

Baca juga: BLT BBM dan BPNT Mulai Disalurkan di Jateng, Total Tercatat Ada 3,2 Juta Penerima

Baca juga: Tarif Tiket Bus Naik 40 Persen, Begini Kondisi di Terminal Tipe A Kota Pekalongan

Baca juga: Masa Jabatan Diperpanjang, Ari Yudianto Sebagai Pj Sekda Batang

Baca juga: Korban Guru Cabul Terus Bertambah di Batang, Saat Ini Capai 40 Siswi, Pelaku Alami Hiperseksual

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved