Berita Palembang

Pengakuan Istri AKBP Dalizon, Dwi Septiana :Saya Bantu Suami Saya Turunkan Kardus Berisi Uang

Pengakuan mengejutkan dari Dwi Septiani, istri AKBP Dalizon terdakwa kasus dugaan gratifikasi dari Dinas PUPR Muba tahun 2019 dihadirkan dalam sidang.

SRIPOKU.COM/Chairul Nisyah
Terdakwa kasus dugaan gratifiksi fee proyek pada Dinas PUPR Muba 2019, AKBP Dalizon kembali jalani persidangan. 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Pengakuan mengejutkan dari Dwi Septiani, istri AKBP Dalizon terdakwa kasus dugaan gratifikasi dari Dinas PUPR Muba tahun 2019 dihadirkan dalam sidang.

Saksi Dwi Septiani istri AKBP Dalizon dihadirkan secara langsung dihadapan majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu SH MH, di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (3/8/2022).

Dalam keterangannya pada majelis hakim, Dwi Septiani istri AKBP Dalizon mengatakan pada saat BAP di Paminal Mabes Polri dirinya merasa tertekan.

"Jujur saja yang mulia pada saat BAP Paminal Mabes Polri saya merasa tertekan. Apa yang saya katakan di BAP hanya berdasarkan perintah suami saya (Terdakwa Dalizon), padahal faktanya tidak seperti itu," ujar Saksi Dwi pada majelis hakim, Rabu (3/8/2022).

Dwi mengatakan jika dia disuruh suaminya, terdakwa Dalizon untuk mengakui jika harta berupa rumah dan mobil dibeli dari uang gratifikasi sebesar 2,5 miliar rupiah.

"Padahal tidak seperti yang mulia, rumah kami yang di Grend Garden itu hasil dari jual rumah di Riau dan dari pinjaman uang pada adik ipar sebesar 1,5 miliar rupiah. Bukan dari uang 2,5 miliar dalam kardus," jelasnya.

Baca juga: AKBP Dalizon: Tiap Bulan Saya Setor 300 Sampai 500 Juta ke Atasan, Bila Telat Ditagih via WA

Baca juga: AKBP Dalizon Blak-blakan Setor Atasan Rp 300 - 500 Juta Per Bulan, Hakim Tanya: Uangnya Dari Mana?

Baca juga: Inilah Sosok Kombes Anton Setiawan Diduga Perintah AKBP Dalizon Setor Rp 500 Juta: Dapat Rp 4,75 M

Selain itu dalam sidang, saksi Dwi mengatakan dirinya membantu suaminya, terdakwa Dalizon menurunkan kardus-kardus uang dari mobil ke dalam rumahnya.

"Saya bantu suami saya turunkan kardus berisi uang. Kardus yang terbuka isinya uang pecahan Rp. 100.000, yang kata suami saya totalnya 2,5 muliar rupiah. Sedangkan kardus berisi uang lainnya, kata suami saya untuk AS dan kawan-kawan," jelasnya.

Dijelaskan Dwi, dirinya sempat menanyakan pada terdakwa Dalizon kenapa uang di kardus untuk AS dan kawan-kawan, dibawa ke rumahnya.

"Dijawab sama suami saya (Dalizon), tunggu perintah pak AS dulu, kapan uang ini digeser," jelasnya

Saat ditanya hakim siapa kawan-kawan yang dimaksud oleh Dalizon, saksi Dwi mengatakan jika kawan-kawan itu adalah S, E dan P yang ketiganya saat itu mejabat sebagai Kanit Tipikor Polda Sumsel.

"Awalnya saya tidak tau siapa kawan-kawan itu, taunya setelah diperiksa oleh Paminal Mabes Polri dan nama ketiganya disebut," jelasnya.

Untuk diketahui oknum polisi AKBP Dalizon, jalani sidang terkait kasus dugaan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Palembang.

Yang mana dalam dakwaan disebutkan terdakwa Dalizon diduga telah menerima gratifikasi atas paket pengerjaan proyek di Dinas PUPR Muba, tahun anggaran 2019.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved