Berita Semarang

Resmi Naik, Ini Tarif Penumpang Angkutan Umum Kota Semarang.

Organda Semarang bersama Dishub dan akademis sepakati kenaikan tarif angkutan umum.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Fajar Syafiq Aufa
Angkutan umum saat menunggu penumpang di Terminal Pengaron Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Organda Kota Semarang bersama Dinas perhubungan Kota Semarang dan akademisi para praktisi angkutan umum serta Setda Kota Semarang, menyepakati terhadap kenaikan tarif transportasi angkutan umum, Kamis (8/9/2022).

Naiknya tarif harga tersebut didasari oleh pidato Presiden Republik Indonesia (3/9/2022) pukul 14:30 perihal penyesuaian BBM Bersubsidi.

Keputusan Menteri ESDM RI Nomor : 218.K/MG.01/MEM.M/2022 (3/9/2022) tentang harga jual eceran harga jenis bahan bakar tertentu dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan.

Keputusan Wali Kota Semarang: Nomor 551.2/127/2015 tentang penetapan tarif Angkutan Kota Semarang 2015.

Ketua DPC Kota Semarang Bambang Pranoto Purnomo menjelaskan, Berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait tarif angkutan umum Kota Semarang di Kantor Dinas Perhubungan.

"Tarif Bus kecil atau mobil penumpang umum kapasitas 12 tempat duduk, Rp 4000 per penumpang sampai dengan 8 KM, selebihnya Rp 250 per penumpang per KM, dan paling tinggi sebesar Rp 6,500," jelasnya

Lanjutnya, Tarif bus sedang kapasitas 17  sampai dengan 32 tempat duduk.

"Sebesar Rp 4.000 per penumpang sampai dengan 8 KM, selebihnya Rp 180 per penumpang per KM, dan paling tinggi sebesar Rp 6,500," ungkapnya

Ia menambahkan, untuk tarif angkutan Taksi juga mengalami kenaikan.

"Tarif batas bawah, buka pintu Rp 6,600 pulsa Rp 4.500 per KM, waktu tunggu Rp 50,000 per jam dan untuk tarif batas atas, buka pintu Rp 6,600 pulsa Rp 4500 per KM, waktu tunggu Rp 100,000 per jam,"

Bambang mengatakan, untuk menentukan rumusan besaran tarif angkutan umum disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat terhadap jasa pelayanan transportasi penumpang umum.

"Untuk tarif penumpang umum dari 0 sampai 8 KM, yang semula Rp 3000 menjadi Rp 4000 untuk tarif pelajar semula Rp 1.500 menjadi Rp 2.000," paparnya

Bambang mengharapkan, dengan adanya kenaikan tarif baru ini dapat menjadikan langkah awal dalam memberikan kenyamanan kepada penguna maupun pelaku transportasi angkutan umum di Kota Semarang.

"Harapan DPC Organda kota Semarang masyarakat bisa menggunakan transpotasi umum, dengan lebih baik dan nyaman," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved