Berita Pati

Sekretaris DPC PPP Pati Yakin Suharso Tak Ada Niat Melecehkan di Balik Pernyataan Soal “Amplop Kiai"

Sekretaris DPC PPP Kab. Pati, Zamroni, meyakini Suharso tak memiliki niat melecehkan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Kompas.com
Suharso Monoarfa 

TRIBUNMURIA.COM, PATI - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati, Zamroni, meyakini bahwa Suharso Monoarfa tidak memiliki niat melecehkan sedikit pun dalam pernyataannya mengenai “amplop kiai”.

Sebagaimana diketahui, pernyataan mengenai “amplop kiai” yang diutarakan Suharso Monoarfa memicu konflik di tubuh PPP.

Bahkan Suharso sampai dicopot dari jabatan Ketua Umum Partai.

“Setelah kami mengikuti pernyataan Ketua Umum saat kegiatan yang dilaksanakan KPK, kami bisa mengambil kesimpulan bahwa yang disampaikan Pak Ketua Umum tidak melecehkan kiai. Hanya saja narasi yang dibuat memang khilaf. Tapi saya yakin Pak Ketum tidak sedikit pun punya niat melecehkan,” ujar Zamroni via sambungan telepon pada TribunMuria.com, Kamis 8 September 2022.

Zamroni mengakui, kader-kader di bawah sempat menyayangkan pernyataan Suharso.

“Namun, setelah mendengarkan secara utuh,  kemudian dilakukan tabayyun atau klarifikasi oleh Ketum bersama Sekjen ke beberapa kiai khos kami, juga (kiai) di luar PPP, itu kan akhirnya bisa menerima,” ucap dia.

Karena itu, lanjut Zamroni, pihaknya secara pribadi maupun secara organisasi amat menyayangkan keputusan musyawarah Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan PPP yang mencopot Suharso Monoarfa.

“Kami sudah lelah konflik terus. Apalagi saat ini kami sedang fokus, konsentrasi, untuk verifikasi Parpol sebagai pintu masuk PPP lolos menjadi kontestan Pemilu 2024,” ujar dia.

Menurut Zamroni, konflik ini merugikan partai. Mengingat, tidak lama lagi partai akan melakukan penjaringan bakal calon anggota legislatif (caleg).

“Konflik ini akan jadi problem serius di daerah. PPP mau tidak mau harus menerima bully-an (perundungan) dari luar PPP. Misal nanti ada yang mau nyaleg lewat PPP akan berpikir ulang kalau kondisi seperti ini,” ungkap Zamroni.

Ia berharap, kader-kader di bawah tidak terpengaruh konflik ini dan tetap fokus dengan kerja-kerja elektoral jelang 2024.

Terlebih, menurutnya semua DPC sepakat tidak ada dualisme kepemimpinan.

“Saya berharap ini segera selesai. Tampaknya ini kan persoalan internal pengurus DPP saja. Tapi kami tetap dorong agar permasalahan segera selesai dan tidak ada dualisme kepemimpinan. Mudah-mudahan pengurus DPP merespons keluh kesah dari pengurus DPW maupun DPC. Kalau tidak, nanti konflik ini akan menjalar sampai DPC,” tandas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved