Berita Blora

Suharso Monoarfa Dicabut Jadi Ketum PPP, Ketua DPC Blora : Kami Hanya Sandal Jepit

Terkait diberhentikannya Suharso Monoarfa dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berikut respon dari pengurus di daerah.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rival al manaf
(TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM) 
Ketua DPC PPP Blora, M. Ahmad Faishol 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Terkait diberhentikannya Suharso Monoarfa dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berikut respon dari pengurus di daerah.

Ketua DPC PPP Blora, M. Ahmad Faishol mengungkapkan dirinya mengalir sesuai mekanisme partai.

"Terkait itu, saya belum bisa menanggapi, kami hanya sandal jepit, itu urusan elite politik kelas nasional," ucap M. Ahmad FaisholFaishol kepada tribunjateng.com, Kamis 8 September 2022.

Faishol yakin DPP PPP akan menyelesaikan persoalan ini dengan cepat.

Baca juga: Detik-detik Karyawati Alfamart Diikat Perampok, Rp 52 Juta Dirampas, Motor Pelaku Tertinggal

Baca juga: Resep Ayam Gepuk Empuk dan Gurih untuk Makan Siang

Baca juga: Jadwal Pelayanan Samsat Keliling Di Cilacap Jumat 9 September 2022, Hadir Di Empat Titik

"Yang saya tau dari media-media, akan ada upaya perbaikan keadaan, banyak yang akan membantu menyelamatkan perjuangan partainya Mbah Moen ini di 2024," ujarnya.

"Karena soal mekanisme dikembalikan pada para pejabat elite partai, bukan kelas saya mas" tandasnya.

Dirinya menegaskan, DPC di daerah hanya akan menghormati dan mengikuti keputusan DPP, apapun itu.

"Yang kami tau dari media-media terkait Ketum Suharso Monoarfa ini oleh Mukernas Serang yang telah terjadi diminta fokus Menteri Bappenas dan menjadi Dewan pertimbangan di PPP," jelasnya.

"Intinya, kedua belah pihak sadar betul bagaimana pentingnya memperjuangkan partai ini. Hanya perbedaan pandangan soal AD/ART ini kemudian muncul sebagai ekses," lanjutnya.

Pihaknya akan lebih berkonsentrasi menjelang pemilu 2024.

Pihaknya optimis PPP Blora tetap sesuai target.

"Kita sudah mukercab, menyatakan solid apapun rintangan yang muncul di depan, membawa hasil tersebut. Saya yakin tidak berimbas di daerah. Kita optimis tetap mencapai target 7 kursi," terangnya.

Diungkapkannya, secara nasional sesuai Lembaga Survei Indonesia, PPP diprediksi masih diangka 4,2 persen di September 2022 ini.

"Pada 2019 PPP hanya mendapatkan kursi 3,3 persen, suaranya 4,52 persen. Banyak suara partai yang tidak menjadi kursi, contohnya bojonegoro-Tuban, bahkan saya kemarin diminta maju untuk ikut menyumbang suara di DPR RI dapil Tuban Bojonegoro oleh Mas Deni Caleg DPR RI PPP 2019 Dapil Tuban-Bojonegoro," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved