Berita Blora

Tertinggi se-Jawa Tengah, Imunisasi Campak Rubella di Blora Capai 97,5 Persen

Imunisasi MR di Blora miliki persentase ketercapaian target tertinggi se-Jateng.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
Dok. Humas Dinkes Blora
Petugas memberikan vaksin MR kepada anak-anak di Bulan Imunisasi Anak Nasional beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA - Imunisasi MR (measles dan rubella) di Blora memiliki persentase ketercapaian target tertinggi se Jawa Tengah. 

Blora menargetkan 90 persen dan mampu menyalurkan vaksin untuk mencegah penyakit campak hingga 97,5 persen dalam periode Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) ini. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Blora Joko Budi Heri Santoso menjelaskan, capaian itu dapat diraih berkat kerja sama berbagai pihak. 

Perencanaan yang matang menjadi faktor utama keberhasilan program vaksinasi pencegahan penyakit campak di Blora itu. 

"Kita bisa melaksanakan dengan maksimal karena program ini (Vaksinasi measles dan rubella pada BIAN, Red) bisa direncanakan sejak awal. Berbeda dengan pandemi yang datang tiba-tiba," ungkapnya, Kamis 8 September 2022.

Petugas memberikan vaksin MR kepada anak-anak di Bulan Imunisasi Anak Nasional beberapa waktu lalu.
Petugas memberikan vaksin MR kepada anak-anak di Bulan Imunisasi Anak Nasional beberapa waktu lalu. (Dok. Humas Dinkes Blora)

Untuk memastikan ketercapaian target di masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Blora, pihaknya mengaku melakukan monitoring kinerja setiap hari.  

"Kita selalu monitoring, target minimal sekian, sisa kegiatan monggo dimaksimalkan. Yang tidak hadir bisa disweeping dan sebagainya," jelasnya. 

Untuk mencegah risiko penyakit yang muncul akibat tidak diimunisasi, pemerintah menyelenggarakan BIAN guna menggenjot vaksinasi campak itu. 

"Cakupannya selama pandemi itu turun di bawah 80 persen, itu beresiko banget. Nah solusi permasalahan itu, pemerintah menyelenggarakan program BIAN," jelasnya. 

Pihaknya menjelaskan, Imunisasi Vaksin MR wajib diberikan kepada anak mulai dari usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. 

Selain untuk mencegah measles (campak) dan rubella (campak Jerman), MR dibutuhkan karena komplikasi penyakit yang ditimbulkan campak sangat berbahaya.

Diketahuinya, BIAN telah dilaksanakan sejak 1 Agustus lalu. 

Dalam pelaksanaannya selama sebulan, Heri Santoso mengaku telah melaksanakan evaluasi pelaksanaan BIAN di tingkat provinsi Jawa Tengah. 

Program BIAN ini merupakan tindak lanjut dari minimnya vaksinasi campak pada saat Pandemi Covid-19. 

Pada masa pandemi lalu, lanjutnya, anak-anak yang merupakan sasaran vaksinasi anak, sebagian tidak diberikan vaksinasi karena situasi pandemi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved