Berita Kudus

4 Penari Disabilitas Bakal Tampil Tari Kretek di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus Hari Ini

Empat penari disabilitas dari SLB Negeri Purwosari Kudus bakal unjuk kebolehan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
Dok SLBN Purwosari
Empat penari disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus berlatih Tari Kretek untuk pentas pada pembukaan Pekan UMKM Kudus, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Empat penari disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus bakal unjuk kebolehan menari Kretek dalam rangka pembukaan Pekan UMKM Kudus hari ini, Sabtu (10/9/2022).

Uniknya, keempat penari merupakan pelajar berkebutuhan khusus tuna rungu dari SLBN Purwosari yang akan menunjukkan gerakan-gerakan tarian khas Kota Kretek di hadapan ribuan pengunjung.

Panitia Pentas Seni (Pensi) disabilitas, Viena Widayani mengatakan, keempat penari sudah intens berlatih dalam dua hari terakhir bersama instruktur khusus. 

Mereka adalah Mareta Rosdiana, M Aditya Pratama, M Salman Hakim, dan Davina Anesya Briliana Putri yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

"Mereka akan tampil pada saat pembukaan Pekan UMKM Kudus dengan Tarian Kretek," terangnya.

Selain tarian, kata Viena, beberapa perwakilan anak berkebutuhan khusus Kudus juga tampil di depan masyarakat.

Seperti, penampilan angklung dari Garasi Musik Anak Berkebutuhan Khusus Wahyu, Band ABK dari SLB Cendono, dan pembacaan puisi oleh Hidayat Wahyu Pradana dari Rumah Belajar Anak (RBA).

Rencananya, pekan UMKM Kudus juga dimeriahkan puluhan pelaku usaha dengan berbagai macam produk yang dihasilkan di lokasi Alun-alun Simpang Tujuh. 

"Kami juga membuka stand bazar UMKM dengan berbagai produk yang dihasilkan kaum disabilitas," ujarnya. 

Viena menjelaskan, aneka ragam produk yang dihasilkan RBA ada kaos lukisan printing, jilbab dan rok, buket snack dan bunga, lukisan gerabah, sarang burung dan kriya kayu. Dari SLBN Purwosari ada gantungan kunci, kain batik ciprat, bawang goreng, dan dimsum. Dari SLB Cendono ada tape ketan, kain batik eco-print, dan batik tulis. Sedangkan dari SLB Kaliwungu menampilkan berbagai lukisan. 

"Semua itu yang membuat adalah anak berkebutuhan khusus. Anak-anak dididik dari RBA dan ketiga SLB yang ada di Kabupaten Kudus," tutur dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved