Berita Nasional

Buat Laporan Baru, Pengacara Brigadir J Yakin Akan Ada Tersangka

Pengacara Brigadir J meyakini laporannya yang kedua akan ditindaklanjuti dan akan ada penetapan tersangka.

kompas.com
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, saat menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (18//7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAMBI - Sabtu (10/9/2022), kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, datang bersama Irma Hutabarat ke Jambi.

Kamaruddin datang untuk bertemu dengan keluarga Brigadir J.

Dia menjelaskan perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J, yakni pemeriksaan terhadap tersangka menggunakan lie detector atau alat tes kebohongan.

Baca juga: Bripka RR yang Lebih Dulu Diminta Ferdy Sambo Menembak Brigadir J, Beberkan Soal Pemberian Uang


"Kemudian kami juga ada membuat laporan baru, yaitu laporan dengan pasal 317 KUHP juncto 318 KUHP juncto pasal 55 tentang penyertaan dan atau pasal 56 tentang perbantuan.

Yaitu terkait dengan adanya laporan Putri Candrawati dan laporan dari Briptu Martin Gabe yang diduga diperintah oleh Ferdy Sambo maupun oleh kapolres Jaksel atau kasat serse polres Jaksel, tentang tuduhan mereka kepada almarhum bahwa almarhum melakukan percobaan pembunuhan yaitu pasal 338 KUHP juncto pasal 53 KUHP tentang percobaan.

Tetapi setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan tidak terbukti atau tidak ditemukan peristiwanya" kata Kamaruddin.

Ia juga menepis pengakuan Putri Candrawati yang dilecehkan oleh Brigadir Yosua di Duren Tiga.

"Seperti yang saya katakan dulu, tidak mungkin seorang ajudan bisa masuk ke ruang utama komandannya, kecuali dipanggil.

Ternyata benar, dia tadinya ada di luar berdasarkan rekaman CCTV kemudian dipanggil lalu diduga disiksa lalu dibunuh atau ditembak," ungkap Kamaruddin.

Ia pun meyakini laporannya yang kedua akan ditindaklanjuti dan akan ada penetapan tersangka.

"Karena laporan mereka kan sudah SP3, jadi kita melapor balik.

Karena pertama mengaku diperkosa di Duren Tiga karena tidak terbukti, dipindah menjadi diperkosa di Magelang.

Itu kan terlalu jauh lompatan locus delictynya antar kota, antar provinsi.

Kalau misalnya dari Duren Tiga ke Duren Lima itu masih bisa dibilang salah hitung duriannya gitu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved