Berita Pemalang

Kader Desa Binaan SAFE Seas Beberkan Kiat Aman Jadi AKP Migran

Bekerja sebagai AKP migran masih menjadi magnet bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Iwan Arifianto
SAFE Seas Project Yayasan Plan Internasional Indonesia saat menerima aduan awak kapal perikanan (AKP) yang bermasalah dengan manning agency di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Bekerja sebagai awak kapal perikanan (AKP) migran masih menjadi magnet bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Kendati ada sederet kasus ekploitasi dan kekerasan yang menimpa AKP migran di kapal asing tapi tak menyurutkan minat pekerja  di bidang tersebut.

"Ya saya pernah kerja di kapal Cina, masih ada gaji belum dibayar Rp11 juta tapi ada rencana berangkat lagi ikut kapal asing," terang warga Jatibarang, Brebes, Kunandar (27) kepada Tribunjateng.com.

Mantan pegawai restoran di Jakarta itu menyebut, persoalan di kapal Cina yang menimpanya itu karena salah memilih agen tenaga kerja atau manning agency.

Ia ketika itu ikut sebuah perusahaan manning agency di Pemalang.

"Syaratnya mudah tinggal berangkat nanti dokumen semua yang urus sana. Tapi gaji disunat Rp10,4 juta atau sekira 700 dolar," bebernya.

SAFE Seas Project Yayasan Plan Internasional Indonesia saat menerima aduan awak kapal perikanan (AKP) yang bermasalah dengan manning agency di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal.
SAFE Seas Project Yayasan Plan Internasional Indonesia saat menerima aduan awak kapal perikanan (AKP) yang bermasalah dengan manning agency di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal. (Tribun Jateng/Iwan Arifianto)

Terpisah, Ketua Kader Perlindungan Awak Kapal Perikanan (PAKP) Kelurahan Sugihwaras, Pemalang, binaan SAFE Seas Project Yayasan Plan Internasional Indonesia,Muhamad Kafandi, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para calon AKP migran sebelum ikut kapal asing.

Para calon AKP migran hendaknya harus mempelajari mau diberangkatkan ke tujuan negara mana lalu pelajari kultur negera tersebut.

"Misal mau ditempatkan di kapal Taiwan yang memiliki kerja cepat maka sebagai AKP harus menyesuaikan sehingga tidak kena marah, kekerasan fisik, pemutusan hubungan kerja sepihak, dan perlakuan tak mengenakan lainnya," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/9/2022).

Selain itu, AKP migran juga harus tahu jenis kapal yang menjadi tempat kerja, semisal biasa kerja di kapal jaring tetapi ternyata di sana ditempatkan di kapal long land atau pancing maka harus menyesuaikan.

"Di sana bukan belajar lagi tapi harus langsung bisa kerja," imbuhnya.

Hal yang lebih penting yakni harus melihat track record perusahaan penyalur. 

Selanjutnya perhatikan izin perusahaan tersebut seperti  surat izin untuk usaha perekrutan dan penempatan awak kapal (SIUPPAK).

Misal kesulitan dalam menelusuri persoalan izin tersebut maka hal dasar membaca manning agency bermasalah yakni dapat dilakukan dengan memperhatikan kantor perusahaan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved