Berita Karanganyar

Siswi SMA di Karanganyar Nyaris Melahirkan saat pelajaran Olahraga, Akhirnya Dinikahkan

Kasus siswi SMA di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak laki-laki yang masih berstatus pelajar SMA

Editor: muslimah
freepik
Ilustrasi Hamil 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Siswi sebuah SMA di Karanganyar, jawa Tengah membuat heboh karena akan melahirkan di sekolah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (31/9/2022) lalu.

Si Siswi akhirnya melahirkan, ibu dan bayi sehat selamat.

Lantas bagaimana kabarnya terkini?

Berikut ulasannya

Baca juga: Viral Video Wanita Diduga Tenaga Honorer di Bekasi Karaoke Pakai Seragam SMA

Baca juga: Carlos Fortes Update Kondisi Terkini di Portugal, Jersey yang Dipakai Jadi Sorotan, Bukan PSIS

Peristiwa siswi SMA di Kecamatan Jumapolo mengalami kontraksi saat olahraga, lalu esoknya dibawa dan melahirkan di rumah sakit menjadi sorotan salah satu anggota DPRD Karanganyar.

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani  mengaku prihatin atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan efek dari pergaulan bebas, dan ini bisa terjadi mungkin karena anak yang salah pergaulan, bebasnya pengetahuan dan informasi dari media sosial baik berupa pornografi dan seks bebas," ucap Endang, kepada TribunSolo.com,  Jum'at (9/9/2022).

Endang mengatakan minimnya pendidikan keagamaan hingga pengawasan dari orang tua dan sekolah yang kurang menjadi faktor penyebab fenomena tersebut.

Dia menjelaskan peristiwa yang terjadi di SMA Karanganyar ini, merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Sebenarnya saya tidak setuju ketika sekolah tidak ikut bertanggung jawab, mereka mempunyai andil dalam proses pendidikan baik, mulai dari pendidikan akhlak, agama, budi pekerti dan pembentukan kareakter anak," kata Endang.

Perempuan yang merupakan adik dari mantan Wakil Bupati Karanganyar Paryono ini mengatakan, pasca peristiwa tersebut, pihak sekolah harus mengambil pelajaran dan lebih maksimal lagi dalam pembelajaran serta pengawasan terhadap anak didiknya.

Dia meminta kepada semua warga masyarakat untuk lebih meningkatankan perhatian dan pengawasan kepada putra putrinya agar hal ini bisa dicegah.

"Sebagai contoh dengan peningkatan pendidikan agama baik di rumah, sekolah maupun dan lingkungan sekitar, dan yang tidak kalah pentingnya,  tingkatkan pengawasan terhadap perilaku putra-putrinya," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved