Guru Berkarya

Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika dengan Metode Improve

Berdasarkan identifikasi permasalahan di kelas 6 SDN Trangkil 04 Kabupaten Pati maka perlu adanya perbaikan proses pembelajaran.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Tuminah, S. Pd. SD - Guru SDN Trangkil 04, Kec. Trangkil, Kab. Pati 

Tuminah, S. Pd. SD
Guru SDN Trangkil 04, Kec. Trangkil, Kab. Pati

Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika dengan Metode Improve

Manusia memiliki kemampuan untuk selalu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.

Kemampuan manusia semakin bertambah dengan banyaknya pengalaman yang didapat.

Belajar merupakan proses dimana manusia mencari pengalaman untuk terus bertahan hidup.

Menurut Burton (1984) dalam Siregar (2014:4), belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.

Kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang terjadi menyebabkan timbulnya permasalahan dalam pendidikan yang mengakibatkan rendahnya prestasi belajar dan aktivitas belajar siswa.

Berdasarkan identifikasi permasalahan di kelas 6 SDN Trangkil 04 Kabupaten Pati maka perlu adanya perbaikan proses pembelajaran. Guru dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi dalam memilih metode pembelajaran untuk dapat menarik minat siswa.

Oleh karena itu, agar upaya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar dapat berhasil maka model pembelajaran harus dipilih yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat juga akan memperjelas konsep-konsep yang diberikan agar siswa antusias berpikir dan berperan aktif dalam pembelajaran.

Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan model pembelajaran yang inovatif.

Salah satu metode pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan oleh guru dalam pembelajaran matematika adalah metode pembelajaran Improve.

Metode pembelajaran Improve merupakan salah satu metode yang memiliki tingkat kebermaknaan tinggi.

Dalam model ini, siswa dikenalkan pada suatu konsep baru, diberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif oeh guru dan kemudian berlatih menyelesaikan permasalahan terkait materi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved