Puisi
Puisi Dia dan Aku Sitor Situmorang
Puisi Dia dan Aku Sitor Situmorang. Berikut puisi Sitor Situmorang: Akankah kita bercinta dalam kealpaan semesta? - Bukankah udara penuh hampa ingin
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM- Puisi Dia dan Aku Sitor Situmorang.
Berikut puisi Sitor Situmorang:
Akankah kita bercinta dalam kealpaan semesta?
- Bukankah udara penuh hampa ingin harga? -
Mari, Dik, dekatkan hatimu pada api ini
Tapi jangan sampai terbakar sekali
Akankah kita utamakan percakapan begini?
- Bukankah bumi penuh suara inginkan isi? -
Mari, Dik, dekatkan bibirmu pada bisikan hati
Tapi jangan sampai megap napas bernyanyi
Bukankah dada hamparkan warna
Di pelaminan musim silih berganti
Padamu jua kelupaan dan janji
Akan kepermainan rahasia
Permainan cumbu-dendam silih berganti
Kemasygulan tangkap dan lari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sitor-situmorang.jpg)