Tunas Agro

Dilanda Wabah Virus Kuning, Petani Cabai Tetap Mendulang Untung Tinggi

Yang tak kalah penting cabai ini lebih tahan terhadap serangan virus kuning.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Para petani di Magelang dengan bangga menunjukan panenan cabai Jacko 99 saat di temui Tribun Jateng 

TRIBUNJATENG.COM - Beberapa tahun terakhir petani cabai di Indonesia menjerit karena harga cabai yang sangat fluktuatif dan di berbagai wilayah serangan virus kuning pada tanaman cabai menyebabkan berkurangnya produktifitas tanaman, bahkan hingga menyebabkan gagal panen.

Berbagai macam cara teknik budidaya telah dilakukan oleh para petani, mulai dari penggunaan pestisida, pemupukan yang ekstra dan perlakuan yang lain untuk menanggulangi serta mengurangi resiko serangan virus kuning tersebut, namun sejauh ini masih belum bisa mengatasinya.

Saat ini Petani di jawa tengah, khususnya di kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Boyolali dan Salatiga kini beralih ke tanaman cabai yang lebih tahan terhadap virus kuning tersebut.

Selain Budidayanya ditingkatkan mereka menggunakan varietas Cabai Keriting yang lebih tahan terhadap virus, yaitu Cabai keriting Jacko 99.

Bp. Munawar, yang merupakan Petani Sekaligus Penjual Bibit Cabai
Bp. Munawar, yang merupakan Petani Sekaligus Penjual Bibit Cabai di kawasan Kec.Pakis, Lereng Gunung Merbabu

Hal ini diperkuat oleh kesaksian Bapak Munawar, salah satu petani sekaligus penjual bibit tanaman cabai di daerah pakis, kabupaten magelang.

Beliau mengatakan bahwa “setelah menanam cabai Jacko 99, dari tanaman miliknya sebanyak 4000 batang tanaman, sangat sedikit terkena virus kuning.

Adapun permintaan bibit cabai Jacko 99 yang siap tanam dari kalangan petani cabai terus meningkat pesat."

Selain itu beliau juga mengatakan bahwa menanam cabai Jacko tidak memerlukan pupuk kimia yang banyak, dan agar mengefektifkan penggunaan pupuk yang sedikit itu beliau menambahkan pupuk organic gromate dan amino-age sebagai penunjang untuk budidaya tanaman jacko 99 ini.

Hal tersebut menjadi salah satu solusi di tengah melambungnya harga pupuk kimia” tegasnya.

Kemudian salah satu petani cabai di wilayah Kabupaten Magelang bernama Bapak Margito juga mengungkapkan bahwa, beliau menanam varietas Jacko 99 serta produk lain di lahan miliknya dan terbukti, dari 1500 batang tanaman Jacko bisa menghasilkan 2 ton cabai, namun pada produk lain yang beliau tanam dari 4000 batang tanaman hanya menghasilkan 1,8 ton.

Bp. Margito, salah seorang Petani Cabai di Kabupaten Magelang saat
Bp. Margito, salah seorang Petani Cabai di Kabupaten Magelang saat di wawancara Tribun Jateng di lahan cabai miliknya

Sehingga di musim tanam tahun ini beliau akan menanam lebih banyak lagi varietas jacko 99, karena selain hasil panenya yang menguntungkan, juga lebih tahan terhadap virus kuning.

"Hal ini beliau perkuat dengan hasil pertumbuhan produk lain yang mencapai 60 persen terkena virus kuning sedangkan pada cabai Jacko hanya terkena 3 persen dari total 1500 batang tanaman,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Bapak Marno salah satu pedagang cabai yang sudah berkecimpung di dunia percabaian selama puluhan tahun mengatakan bahwa cabai jacko ini semakin di gemari petani binaanya karena produktifitasnya sangat tinggi, warna merahnya merata, ukuran buahnya seragam dan cantik.

Yang tak kalah penting cabai ini lebih tahan terhadap serangan virus kuning. Menurut pengakuan beliau, cabai jacko ini sangat digemari oleh pasar karena tahan terhadap penyimpanan yang lama dan juga pengiriman jarak jauh bahkan hingga ke luar jawa seperti jambi,” pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved