Berita Semarang

Penjualan Mobil Diyakini Tetap Berjalan Normal Meski Harga BBM Naik

Di tengah kenaikan harga BBM, penjualan mobil diyakini tetap bisa berjalan normal.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Suasana pameran Semarang Auto Week - Bank Mandiri Area Semarang Pemuda bersama Mandiri Utama Finance (MUF) Semarang menggelar Semarang Auto Week di Bank Mandiri KC Semarang Pemuda, Senin-Jumat (12-16/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah kenaikan harga BBM khususnya BBM bersubsidi, penjualan mobil diyakini tetap bisa berjalan normal.

Pelaku industri otomotif optimistis penjualan tetap akan meningkat terutama pada unit-unit tertentu yang ditawarkan.

"Dampaknya (dari kenaikan harga BBM) memang ada, karena konsumen sekarang lebih memilih unit LCGC yaitu antara Ayla dan Sigra.

Namun kami coba untuk tampilkan All New Xenia," kata Sales Astra Daihatsu Majapahit Semarang, Yudhistira saat ditemui tribunjateng.com dalam pameran Semarang Auto Week di halaman Bank Mandiri KC Pemuda Semarang, Senin (12/9/2022).

Yudhistira menyebutkan, dalam pameran tersebut pihaknya optimistis dapat menggenjot penjualan mobil khususnya All New Xenia.

Dia mengatakan, keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, populasi All New Xenia sendiri termasuk di Semarang telah banyak.

Suasana pameran Semarang Auto Week - Bank Mandiri Area Semarang Pemuda bersama Mandiri Utama Finance (MUF) Semarang menggelar Semarang Auto Week di Bank Mandiri KC Semarang Pemuda, Senin-Jumat (12-16/9/2022).
Suasana pameran Semarang Auto Week - Bank Mandiri Area Semarang Pemuda bersama Mandiri Utama Finance (MUF) Semarang menggelar Semarang Auto Week di Bank Mandiri KC Semarang Pemuda, Senin-Jumat (12-16/9/2022). (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Di samping itu, kata dia, All New Xenia sendiri masih masuk dalam kategori bisa menerima jatah BBM bersubsidi yaitu dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 CC.

"All New Xenia masih masuk ketentuan pemerintah, karena kapasitas mesinnya 1.300 CC, mobil keluarga. Kami juga optimistis karena kita lihat dari populasi All New Xenia yang sudah banyak di jalan. Kemudian saat kami iklan, banyak konsumen tanyanya ke All New Xenia," paparnya.

Sementara di sisi lain, dia menyebutkan, yang cukup menjadi kendala sejauh ini yakni dalam hal administrasi atau cicilan konsumen.

"Dengan adanya pameran ini makanya kami sasarannya lebih tepat, karena dapat konsumen prioritas yang mereka untuk income perbulannya masuk untuk angsuran di sekitar Rp 4 juta - Rp 5 juta. Bulan ini target penjualan kami sekitar 5-10 unit. Kami maksimalkan di sini untuk unitnya dan nanti kami bantu promosi dari credit marketing officer (CMO), supaya nanti untuk konsumen yang berminat All New Xenia bisa langsung surat pemesanan kendaraan (SPK)," sebutnya.

Sales PT Bumen Redja Abadi Semarang Dina KS Hardiyani mengatakan hal sama. Dalam pameran tersebut, dia mengatakan, pihaknya sendiri menawarkan unit tipe New Xpander Cross.

Dia mengatakan, pihaknya optimistis dalam pameran yang berlangsung hingga 16 September 2022 tersebut bisa melepas SPK untuk 2-3 unit.

"Kami optimistis seiring membaiknya ekonomi lebih baik lagi karena dari KKB Mandiri pasti membawa nasabah prioritas untuk datang. Sasaran kami ke customer prioritas dan sebelumnya di sini juga ada Auto Week KKB Mandiri juga, customer antusias," ungkapnya.

Di sisi itu terkait pengaruh kenaikan harga BBM terhadap penjualan unit mobil di PT Bumen Redja Abadi Semarang, Dina menyebut tak memberikan pengaruh terhadap penjualan New Pajero.

"New Pajero tidak terpengaruh karena sudah dari awal tiga bulan lalu sudah Euro4, jadi sudah digalangkan untuk Pertamina Dex. Sedangkan harga Pertamina Dex turun, jadi tidak memengaruhi sekali. Tetapi untuk New Xpander ini masih rancu karena peraturan 1400-1500 CC yang ikut Pertamax-nya, belum ada kepastian," kata Dina. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved